Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dato Sri Tahir Sumbang Rp1 Triliun untuk Pelatihan TKW

Salah satu orang terkaya di Indonesia, Dato Sri Tahir memberikan sumbangan sebesar Rp1 triliun kepada pemerintah untuk kebutuhan pelatihan tenaga kerja wanita (TKW) yang hendak bekerja di luar negeri.n
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 21 Mei 2015  |  13:00 WIB
Dato Sri Tahir Sumbang Rp1 Triliun untuk Pelatihan TKW
Dato Sri Tahir. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu orang terkaya di Indonesia, Dato Sri Tahir memberikan sumbangan sebesar Rp1 triliun kepada pemerintah untuk kebutuhan pelatihan tenaga kerja wanita (TKW) yang hendak bekerja di luar negeri.

Pelatihan diberikan meliputi lima hal, yakni bidang bahasa Inggris dan Mandarin, bidang hospitality, bidang keperawatan, bidang dasar bisnis, dan pelatihan pengembangan karakter.

"Selama ini TKW bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Pelatihan ini untuk menyiapkan TKW yang berkeahlian dan berketahanan," kata Tahir di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (21/5/2015).

Sumbangan ini diberikan kepada pemerintah yang diwakili Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI.

Adapun, jumlah TKW yang akan dilatih pada tahap awal sebanyak 4.500 orang yang berasal dari enam provinsi kantong TKI, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, NTB, dan Maluku.

"Kerjasama juga melibatkan duta besar Indonesia di negara penempatan seperti di Hongkong, Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Dubai," ujarnya. []

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tahir Foundation
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top