Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Komoditas Sawit Sumsel Menurun

Harga komoditas kelapa sawit di Sumatra Selatan menurun sekitar 2% pada periode pertama Mei 2015 dibanding periode kedua April 2015.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 18 Mei 2015  |  17:42 WIB
Harga Komoditas Sawit Sumsel Menurun
Bagikan

Bisnis.com, PALEMBANG -- Harga komoditas kelapa sawit di Sumatra Selatan menurun sekitar 2% pada periode pertama Mei 2015 dibanding periode kedua April 2015.

Berdasarkan data yang dilansir Dinas Perkebunan Sumsel pada Senin (18/5/2015), penurunan harga tersebut terjadi pada tandan buah segar (TBS) maupun minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO).

Adapun rata-rata harga CPO pada periode I Mei 2015 senilai Rp6.985 per kilogram atau menurun tipis Rp154 dari periode sebelumnya yang tercatat senilai Rp7.139 per kg.

Sementara harga TBS tahun ke 10—20 saat ini berada di posisi Rp1.510 per kg turun dari periode sebelumnya Rp1.552 per kg.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik ( BPS) Sumsel merilis komoditas CPO menempati peringkat ketiga dalam nilai ekspor provinsi itu.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumsel Sutono mengatakan sebetulnya kelapa sawit bisa menjadi penyumbang ekspor terbesar di Sumsel menggantikan karet jika harganya bagus.

"Secara nasional saja ekspor CPO sudah melebihi karet untuk kelompok nonmigas, kalau harga CPO terus bagus bisa saja akan menempati peringkat pertama untuk ekspor nonmigas Sumsel," jelasnya.

Saat ini CPO masih menempati posisi ketiga dengan nilai ekspor sebanyak US$90,69% pada Januari 2015--April 2015. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai itu melejit hingga 587% dari nilai US$13,20 juta.

Meski demikian peranan CPO masih 11,64% atau di bawah kontribusi komoditas batu bara terhadap total ekspor nonmigas Sumsel.

Secara umum, ekspor nonmigas meningkat sebanyak 28,04% dari US$183,85 juta menjadi US$235,41 juta.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumsel Sumarjono Saragih mengatakan pertumbuhan ekonomi Sumsel akan sulit mengandalkan komoditas karet atau batu bara.

"Seperti yang kita tahu industri karet Sumsel masih lesu karena harga dan belum adanya hilirisasi, kita [Sumsel] sedikit tertolong oleh ekspor CPO,"katanya belum lama ini.

Menurutnya, saat ini berbagai sektor usaha di Sumsel sedang lesu akibat daya beli masyarakat yang rendah. Sementara sektor perkebunan, terutama CPO, relatif terjaga karena permintaannya stabil.

"Akan tetapi harga CPO dunia ini trennya cenderung menurun di mana pernah mencapai harga terbaik senilai US$1.100 per metrik ton pada 2011 sekarang hanya separuhnya sekitar US$500-600 per metrik ton," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top