Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pupuk Indonesia Targetkan Kapasitas Produksi 19 Juta Ton

PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 19 juta ton pada 2019, melonjak 59,79% dibandingkan dengan kapasitas produksi saat ini.
Farodlilah Muqoddam
Farodlilah Muqoddam - Bisnis.com 15 April 2015  |  18:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 19 juta ton pada 2019, melonjak 59,79% dibandingkan dengan kapasitas produksi saat ini.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Arifin Tasrif mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi melalui revitalisasi pabrik dan pembangunan pabrik baru.

“Kami ekspansi untuk mencapai target 19 juta ton dengan merevitalisasi dan membangun pabrik-pabrik di Bontang, Palembang, Gresik, Aceh, dan Papua,” ujarnya, Rabu (15/4/2015).

Adapun, hingga akhir tahun ini, kapasitas produksi Pupuk Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi 16,3 juta ton.

Peningkatan tersebut merupakan buah dari tambahan kapasitas produksi yang berasal dari PT Pupuk Kaltim (PKT), PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri).

Tiga perseroan ini mengoperasikan tambahan ruang produksi secara berturut-turut mulai Mei, September, Oktober, dan akhir tahun.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Budi Asikin menambahkan kapasitas produksi pupuk di PKT mencapai sekitar 1 juta ton pertahun.

Jika pabrik dioperasikan pada pertengahan tahun ini, maka pabrik tersebut akan berkontribusi sekitar 500.000 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt pupuk sriwijaya (pusri) pupuk indonesia pupuk bersubsidi
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top