Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PTBA Diuntungkan Oleh Penguatan Dolar AS dan Penjualan Listrik

Sungguhpun indeks harga batubara di pasar dunia turun lagi tahun ini, tapi PT Bukit Asam (Persero) Tbk., menyatakan diuntungkan oleh tren penguatan kurs US$ terhadap rupiah karena 60%-65% dari porsi penjualan dilakukan dengan transaksi mata uang US$.
PT Bukit Asam (Persero) Tbk. diuntungkan oleh tren penguatan kurs dolar AS terhadap rupiah karena 60%-65% dari porsi penjualan dilakukan dengan transaksi mata uang dolar AS./JIBI
PT Bukit Asam (Persero) Tbk. diuntungkan oleh tren penguatan kurs dolar AS terhadap rupiah karena 60%-65% dari porsi penjualan dilakukan dengan transaksi mata uang dolar AS./JIBI

Bisnis.com, JAKARTA- Sungguhpun indeks harga batubara di pasar dunia turun lagi tahun ini, tapi PT Bukit Asam (Persero) Tbk., menyatakan diuntungkan oleh tren penguatan kurs US$ terhadap rupiah karena 60%-65% dari porsi penjualan dilakukan dengan transaksi mata uang US$.

Perusahaan tambang batubara yang berbasis di Sumatera Selatan itu melakukan ekspor batubara ke sejumlah negara tujuan mencapai pada kisaran 8 juga ton hingga 10 juta ton per tahun atau mencapai separuh dari volume penjualan batu bara yang dilakukan oleh perseroan tersebut.
 
Direktur Utama PTBA Milawarma mengatakan mengacu kepada indeks harga batubara di Australia dan Jepang pada tahun ini ada penurunan sekitar 15% sehingga perusahaan akan melakukan sejumlah langkah antisipasi agar bisnis batubara yang dilakukan tetap menghasilkan kinerja yang optimal dari segi pendapatan maupun margin.
 
"Dari segi kurs US$ kami tentu diuntungkan dengan melemahnya rupiah karena 65% itu pendapatan kami dalam mata uang US$ dan 80% dari total biaya operasional kami dalam bentuk rupiah.  Tapi kami belum hitung berapa persisnya dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap proyeksi pendapatan kami tahun ini," ujarnya seusai acara RUPST 2015 perusahaan itu di Jakarta, Senin, (30/3/2015).
 
Dia menambahkan kegiatan operasi perusahaan juga cenderung makin efisien, terutama dari manajemen distribusi komoditas sehingga biaya produksi menjadi lebih murah.
 
Dia memberi contoh peningkatan kapasitas Pelabuhan Tarahan, Lampung dan Dermaga Kertapati yang memungkinkan pengapalan batubara dengan kapasitas yang lebih besar hingga tiga kali lipat, dari 80.000 DWT menjadi 290.000 DWT untuk di Pelabuhan Tarahan. "Dengan begitu biaya angkutan menjadi lebih murah karena daya angkutnya lebih besar. Ini juga makin membuat batubara kami makin kompetitif di pasar internasional," ujarnya.
 
Begitupun transportasi pengangkutan dengan kereta api akan semakin besar dan cepat menyusul rencana penyelesaian jalur ganda kereta api angkutan batubara dari Tanjung Enim ke Prabumulih.
 
Terkait makin baiknya jalur distribusi itu, manajemen PTBA telah menargetkan penjualan batubara sebesar 24 juta ton selama tahun ini atau tumbuh sebesar 33% dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun lalu.
 
Langkah perseroan ini sejalan dengan target produksi dan pembelian batubara dari pihak ketiga yang akan digenjot hingga 30% atau mencapai 23,70% dibandingkan dengan 2014.
 
Selain itu, Mila mengatakan beroperasinya PLTU Mulut Tambang Banjasari yang berkapasitas 2x110 MW akan meningkatkan kontribusi pendapatan perseroan dari penjualan energi listrik hingga mencapai 5% dari total pendapatan tahun ini.

PTBA akan mengoperasikan tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas total 266 megawatt yang berasal dari  PLTU Mulut Tambang Tanjung Enim berkapasitas 3x10 MW dan PLTU Pelabuhan Tarahan 2x8 MW dan PLTU Banjarsari yang ditargetkan terkoneksi ke jaringan Sumatra mulai Mei tahun ini. BUMN Pertambangan ini terus meningkatkan kapasitas bisnisnya di bidang ketenagalistrikan dengan rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga batubara mulut tambang dengan total kapasitas hingga mencapai 4.400 MW di Sumatra Selatan, Riau dan Jambi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Irsad

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper