Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Supir Truk di Tanjung Perak Makin Banyak Nganggur, Ini Pemicunya

Pengusaha angkutan di kawasan pelabuhan Tanjung Perak mengalami kerugian telak selama setahun terakhir, yang mengakibatkan 8.000 sopir dan kernet tidak mendapatkan upah kerja.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 19 Maret 2015  |  20:05 WIB

Bisnis.com, SURABAYA - Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Tanjung Perak Kody Lamahayu mengeluhkan pengusaha angkutan di kawasan pelabuhan tersibuk kedua di Indonesia itu mengalami kerugian telak selama setahun terakhir, yang mengakibatkan 8.000 sopir dan kernet tidak mendapatkan upah kerja.

Dalam kurun waktu satu tahun, terdapat total 4.000 unit angkutan di Tanjung Perak yang tidak mendapatkan muatan alias mangkrak. Dia menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan kerugian massal tersebut.

Pertama, pelarangan ekspor bijih mentah dan barang tambang lain yang belum diolah. Kedua, penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang sulit direm. Ketiga, anomali cuaca yang memperlambat proses bongkar muat di pelabuhan.

“Suku cadang untuk truk-truk itu pakai kurs dolar. Saat ekonomi melambat, iklimnya sangat tidak menguntungkan. Ditambah lagi, pendapatan supir menurun. Ada 8.000 supir dan kernet yang tidak dapat upah harian, hanya dapat uang makan dan uang transpor saja.”

Kondisi tersebut, sambungnya, menurunkan minat kerja para pegawai angkutan. Akibatnya, para pengusaha truk terpaksa melakukan strategi rolling operasional, yang sebenarnya tidak menguntungkan dari sisi bisnis. 

“Pengusaha terpaksa membuat rolling dari unit-unit. Misalkan, dari total 70 unit [truk] yang mereka punya, 30 di antaranya beroperasi 40 lainnya tidak. Besoknya, dibalik, 40-nya beroperasi dan 30 lainnya tidak. Ini merugikan.”

Untuk itu, para pengusaha mendesak pemerintah dan bank sentral segera menstabilkan nilai tukar rupiah agar operasional angkutan pelabuhan kembali normal. Sehingga, kelancaran arus ekspor impor barang dapat terjaga. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tanjung perak industri logistik
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top