Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MENAKER HANIF DHAKIRI Berharap Industri Jamu Kurangi Pengangguran

Industri jamu tradisional yang sedang berkembang pesat diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran yang mencapai 5,94 persen atau 7,24 juta jiwa pada Agustus 2014.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  12:50 WIB
Menteri Perindustrian Saleh Husin seusai kempanye minum jamu berfoto bersama (dari kiri) Puteri Indonesia Lingkungan 2014 Elfin Pertiwi, Mendag Rachmat Gobel, Menteri KUKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga , Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, serta Ketua Umum PPAKI Putri K. Wardhani di Jakarta, 9 Januari 2015.  - kemenperin
Menteri Perindustrian Saleh Husin seusai kempanye minum jamu berfoto bersama (dari kiri) Puteri Indonesia Lingkungan 2014 Elfin Pertiwi, Mendag Rachmat Gobel, Menteri KUKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga , Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, serta Ketua Umum PPAKI Putri K. Wardhani di Jakarta, 9 Januari 2015. - kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA - Industri jamu tradisional yang sedang berkembang pesat diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran yang mencapai 5,94 persen atau 7,24 juta jiwa pada Agustus 2014.

"Industri jamu merupakan salah satu ujung tombak masuknya produk-produk berbasis budaya lokal dan sebagai industri bersifat padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja," ujar Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri usai acara Senam Pagi dan Minum Jamu Bersama yang dilaksanakan di Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat.

Hadir juga dalam kegiatan promosi jamu itu Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Industri jamu di Indonesia saat ini sedang berkembang terutama dengan upaya saintifikasi jamu yang sedang dilakukan Kementerian Kesehatan. Hal tersebut juga menyebabkan salah satu wirausaha yang sedang berkembang adalah wirausaha jamu.

Menaker mengutip data dari perusahaan jamu yang menyatakan saat ini ada 3.453 penjual jamu Sido Muncul dan 1.800 penjual Air Mancur dimana sekitar 2-7 persen diantaranya merupakan wirausaha.

"Melihat data di lapangan, dapat dibayangkan jika usaha jamu ini terus dikembangkan dimasa datang, maka perluasan kesempatan kerja di subsektor ini harus menjadi perhatian kita semua," kata Hanif.

Para penganggur dan setengah penganggur diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan itu dengan baik sehingga juga dapat meningkatkan kesejahteraan.

Menaker menyebut Indonesia memiliki banyak produk jamu yang baik seperti Mustika Ratu, Jamu Jago, Nyonya Meneer, Jamu Tolak Angin dan Pegal Linu yang dapat disesuaikan dengan potensi daerah.

Para petani diharapkan juga dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk penyediaan bahan baku jamu. "Diharapkan pihak terkait seperti perbankan memberikan kemudahan dalam permodalan industri jamu sehingga dapat berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani," ujarnya.

Namun Menaker menekankan bahwa industri jamu harus mempertahankan dan meningkatkan higienitas dan kualitas sehingga dapat menjadi produk tuan rumah di negeri sendiri.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri jamu

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top