Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CEO Citibank dan CEO IBM Bicara Soal Peran Humas

Berkembangnya sektor industri diiringi dengan makin ramainya jumlah perusahaan asing dan lokal yang lahir. Perusahaan tersebut membutuhkan berbagai data sekaligus menyebarkan informasi kepada masyarakat melalui media massa. Fenomena ini membuat profesi praktisi hubungan masyarakat atau public relations berkembang pesat.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Januari 2015  |  18:58 WIB
Ilustrasi - mediapublica.co
Ilustrasi - mediapublica.co

Bisnis.com, JAKARTA--Berkembangnya sektor industri diiringi dengan makin ramainya jumlah perusahaan asing dan lokal yang lahir. Perusahaan tersebut membutuhkan berbagai data sekaligus menyebarkan informasi kepada masyarakat melalui media massa. Fenomena ini membuat  profesi praktisi hubungan masyarakat atau public relations berkembang pesat. 

Ketua BPP Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Agung Laksamana mengatakan humas merupakan profesi global yang memiliki peran strategis dalam sebuah perusahaan. Namun, acap kali praktisi humas tidak mengetahui apa saja hal yang harus mereka lakukan untuk menunjang kinerja perusahaan. Salah satunya adalah memenuhi keinginan para bos alias Chief Executive Officer (CEO) mereka. 

Tigor M. Siahaan, CCO Citibank, mengatakan praktisi humas bukan sekadar corong perusahaan. Praktisi humas harus mengerti alur bisnis, termasuk pergerakan pasar modal dan dinamika perusahaan.

"Public relations harus berpikir strategis dan tanggap dengan situasi internal dan eksternal. Bukan sekadar membuat siaran pers dan menggejar jumpa pers," katanya.

Di kesempatan yang sama, Gunawan Susanto CEO IBM Indonesia menilai lingkup kerja praktisi humas bukan cuma di level produk (product level), tetapi posisi level perusahaan (corporate level) yang lebih strategis.

"Praktisi humas harus luwes dan bisa bekerja sama dengan berbagai pihak. Posisi mereka tidak lain adalah duta [ambassador] perusahaan sehingga sebaiknya proaktif dan tanggap terhadap dinamika sosial," ungkap Gunawan.

Karena itu, dia mengatakan praktisi humas tak boleh berhenti belajar dan harus terpacu meningkatkan daya saing dan kompetisi. Hal ini dilakukan bukan hanya untuk menunjang pekerjaan, tetapi mempersiapkan diri agar bisa bersaing dengan tenaga humas dari negara lain saat MEA 2015 diberlakukan. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

humas
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top