Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Maskapai Wajib Siapkan Dokter Penerbangan

Regulator penerbangan mewajibkan setiap maskapai menyediakan dokter khusus penerbangan atau flight surgeon guna meningkatkan keamanan penerbangan melalui kesehatan fisik dan psikis para penerbang.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  19:00 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Regulator penerbangan mewajibkan setiap maskapai menyediakan dokter khusus penerbangan atau flight surgeon guna meningkatkan keamanan penerbangan melalui kesehatan fisik dan psikis para penerbang.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan J.A Barata mengatakan instansinya telah mengeluarkan beleid terkait pengawasan terhadap standar kesehatan dari personil penerbangan melalui Peraturan Menteri (PM) No 8/2015.

Aturan itu berisi ketentuan mengenai keselamatan enerbangan sipil bagian 67 (Civil Aviation Safety Regulation Part 67) tentang standar kesehatan dan sertifikasi personel penerbangan.

“Hal ini sudah dibicarakan dengan pihak maskapai, dan mereka menyetujui untuk menyediakan dokter penerbangan. Ada arahan dari Menhub terkait pengawasan kesehatan awak angkutan umum termasuk pilot,” katanya, Selasa (27/1/2015).

Keberadaan dokter penerbangan yang ditempatkan di bandara, katanya, dapat melakukan pengukuran tekanan darah, dan kadar alkohol kepada setiap pilot yang akan berangkat.

Kepala Balai Kesehatan Penerbangan Kementerian Perhubungan Avirianto mengungkapkan keberadaan dokter spesialis penerbangan ini sangat penting.

Flight surgeon ini berbeda dari dokter umum, dia dapat memahami situasi dan kondisi personil penerbangan lebih seksama. Misalnya, pilot yang sedang sakit atau tengah mengonsumsi obat-obatan yang dapat mempengaruhi konsentrasi,” katanya.

Saat ini, disebutkan, hanya beberapa maskapai saja yang memiliki pusat pemeriksaan kesehatan bagi awaknya, yakni Garuda Indonesia, Pelita Air, dan Merpati Nusantara Airlines.

“Sebenarnya dalam aturan sudah ada, kalau ada personil penerbangan yang sakit harus melapor ke balai kesehatan penerbangan,” tambahnya.

Untuk lebih memudahkan pengawasan,lanjutnya, maka maskapai diwajibkan menyediakan tenaga dokter penerbangan untuk lebih mengetahui sejarah kesehatan dari para awak pesawat seperti apakah ada yang sakit, atau tengah menjalani perawatan.

Avirianto mengungkapkan, keberadaan dokter spesialis kedokteran penerbangan di tiap maskapai dan bandara-bandara akan menimbulkan rasa aman bagi penumpang. “Mereka merasa yakin bahwa para pilot pesawat yang mereka tumpangi diketahui sehat secara jasmani maupun rohani,” ujarnya.

Managing Director Maskapai Trans Nusa Bayu Sutanto menyambut baik aturan tersebut karena keberadaan dokter penerbangan bisa memastikan kondisi awak pesawat sebelum mengoperasikan moda transportasi tersebut.

“Bagi maskapai yang tidak memiliki balai kesehatan bisa kontrak ke klinik kesehatan yang tersedia di bandara,” terangnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenhub
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top