Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Migas Domestik, Ini Upaya Yang Dilakukan SKK Migas

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berkomitmen meningkatkan pasokan gas domestik dengan porsi lebih besar daripada ekspor.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 27 Januari 2015  |  13:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berkomitmen meningkatkan pasokan gas domestik dengan porsi lebih besar daripada ekspor.

"Sejak 2003 pasokan gas untuk domestik meningkat rata-rata 9 persen per tahun. Pada 2013 volume gas untuk memenuhi kebutuhan domestik lebih besar dibandingkan ekspor," ujar Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dalam pembukaan acara International Indonesia Gas Conference & Exhibition (Indogas), Selasa (27/1).

SKK Migas menjalakan sejumlah upaya untuk meningkatkan pasokan gas domestik sebagai berikut:

Pertama, pada tahun ini komitmen pasokan untuk domestik mencapai 4.403 British Thermal Unit per Day (BBTUD) atau 61 persen, sedangkan peruntukan ekspor sebesar 2.836 BBTUD.

Kedua, yaitu amandemen PJBG yaitu antara Conoco Phillips (Grissik) Ltd dengan PT Energasindo Heksa Karya untuk kebutuhan kelistrikan, dengan jangka waktu selama 10 tahun dan pasokan 44 BBTUD.

Ketiga, yaitu amandemen PJBG antara Vico OBM Ltd dengan PT PLN (Persero) dengan jangka waktu kontrak lima tahun dan pasokan 0,5 MMSCFD.

Keempat, yaitu amandemen PJBG PHE ONWJ dan PT Pertamina (Persero) Unit Pengolahan VI-Balongan untuk kebutuhan bahan bakar kilang pengolahan minyak bumi, dengan jangka waktu selama dua tahun dan pasokan 20 BBTUD.

Executive VP/GM PHE ONWJ Jonly Sinulingga mengatakan seluruh produksi gas PHE ONWJ disalurkan untuk kebutuhan domestik, antara lain untuk pembangkit listrik Jakarta dan sekitarnya, bahan baku pupuk, dan kebutuhan bahan bakar gas untuk transportasi.

Ada pun untuk pasokan ke Unit Pengolahan VI-Balongan, gas berasal dari lapangan GG melalui Balongan Onshore Processing Facility.

"Lapangan GG merupakan lapangan baru yang 'commissioning'-nya telah dilaksanakan pada 12 Desember 2014," tutur Jonly.

Kelima, amandemen PJBG antara PT Medco E&P Indonesia dengan Perusahaan Daerah Mura Energi dengan masa kontrak 11 tahun dan tujun bulan dengan pasokan untuk dua tahun pertama sebesar 1,8 BBTUD dan selanjutnya 2,5 BBTUD.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas

Sumber : Antara

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top