Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jelang MEA, Pengusaha Surabaya Naikkan Standar Udang Ekspor

Pelaku industri perikanan di Surabaya tengah memacu penaikan standar komoditas udang untuk mengejar ketertinggalan dan menjaring pangsa pasar yang lebih besar saat Masyarakat Ekonomi Asean tiba akhir tahun ini.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 26 Januari 2015  |  17:44 WIB
Udang - Bisnis
Udang - Bisnis

Bisnis.com, SURABAYA - Pelaku industri perikanan di Surabaya tengah memacu penaikan standar komoditas udang untuk mengejar ketertinggalan dan menjaring pangsa pasar yang lebih besar saat Masyarakat Ekonomi Asean tiba akhir tahun ini.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Jawa Timur Johan Suryadharma menjelaskan standar udang di Asean tidak lama lagi akan diperketat. Padahal, Indonesia masih tertinggal selangkah dari para pesaingnya.

“[Standar] ini sedang dirumuskan dengan bantuan USAID dan akan diberlakukan di seluruh Asean. Pada akhirnya, standar udang ini akan meningkatkan perluasan pasar, tidak hanya untuk pasar ekspor, tapi juga akan menarik investor,” katanya kepada Bisnis, Senin (26/1/2015).

Standar udang itu digodok pada pertemuan pengusaha perikanan Asean dengan USAID di Bangkok, Thailand pertengahan pekan lalu. Prinsip penetapan standar nantinya bertumpu pada aspek penyederhanaan, kredibilitas, dan efisiensi.

Selain itu, udang yang akan diekspor harus memenuhi kriteria penting sesuai permintaan pasar, seperti aspek lingkungan, sosial, dan ketertelusuran. “Kami sedang mendesain instrumen yang dapat menyesuaikan dengan standar good agricultural practices [GAP].”

Standar yang masih belum diberi nama tersebut akan diujicobakan melalui beberapa proyek pilot di negara-negara Asean. Rencananya, jelas Johan, draf standar udang Asean tersebut akan difinalisasi pada April.

Konsultan proyek USAID Corey Peet menjelaskan tujuan proyek pilot tersebut adalah untuk memastikan standar udang yang sedang dirancang untuk Asean benar-benar bisa diterima oleh para produsen.

“Saya akan mengunjungi produsen yang teridentifikasi dan melakukan evaluasi. Hasilnya akan kami integrasikan ke dalam instrumen percobaan lapangan dan membandingkannya dengan wilayah lain untuk mengkaji apakah diperlukan penyesuaian,” paparnya.

Di Indonesia, proyek pilot standardisasi udang itu akan dilakukan secara superintensif dan ekstensif di Surabaya, ekstensif di Aceh, dan ekstensif di Kalimantan. Adapun, negara lain yang akan dijadikan pembanding a.l. Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Sementara itu, kriteria standar udang yang digunakan mencakup gerakan udang hidup, penanganan udang yang terinfeksi atau mati, dampak lingkungan, prinsip nondiskriminasi, dan mekanisme keluhan.

Indikator lainnya adalah standar GPA negara, pemantauan kualitas dan penanganan pengairan, pencegahan udang kabur/lepas, dan sumber ikan liar yang digunakan untuk bahan pangan udang.

ntuk di Surabaya, jelas Corey, jenis udang yang akan dinaikkan standarnya adalah black tiger shrimp, dengan target sejumlah 500—1.000 ton. Di Filipina, sebagai pembanding, jenisnya adalah vannamei shrimp yang ditarget 1.000 ton.

Berdasarkan data AP5I, konsumen udang terbesar Indonesia adalah Amerika Serikat. Pada 2013, ekspor udang ke AS mencapai 81.098 metrik ton, naik 9,48% dari tahun sebelumnya. Secara nilai, angka tersebut setara dengan US$909,15 juta.

Pangsa pasar udang terbesar kedua adalah Jepang dengan total ekspor 32.319 ton (US$40.22 juta) pada 2013, naik 2,84% dari 2012. Namun, pengusaha mengaku permintaan Jepang mulai turun akibat pergeseran preferensi konsumen dari produk perikanan ke produk ternak. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surabaya
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top