Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jabar Waspadai Perederan Benih Karet "Enggak Jelas" dari Luar

Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) Jawa Barat mewaspadai peredaran benih karet dari luar Jabar, hal tersebut guna mendapatkan hasil perkebunan yang maksimal.
Adi Ginanjar Maulana dan Afif Permana
Adi Ginanjar Maulana dan Afif Permana - Bisnis.com 25 Januari 2015  |  14:26 WIB
Pohon karet - bisnis.com
Pohon karet - bisnis.com

Bisnis,com, BANDUNG - Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) Jawa Barat mewaspadai peredaran benih karet dari luar Jabar, hal tersebut guna mendapatkan hasil perkebunan yang maksimal. 

Kepala BP2NB Jabar Hermin Karlina menyebutkan benih karet dari luar Jabar selama ini terkadang kurang diketahui jelas asal-usulnya sehingga hal ini membutuhkan perhatian lebih agar mengetahui kesesuaian benih tersebut di perkebunan Jabar.

"Kalau dari luar jabar harus diperiksa BP2NB dulu,harus dilihat standarnya. Kalau sesuai baru ditanam di Jabar," jelasnya, Minggu (25/1/2015).

Namun, Hermin mengatakan tidak banyak pihak yang memasukkan benih karet dari luar ke Jabar, kecuali memang sangat dibutuhkan. Biasanya, perusahaan-perusahaan yang mengirimkan benih karet dari luar Jabar tersebut merupakan hasil lelang.

"Jadi terkadang dari perusahaan tersebut ada benih yang kurang bagus didatangkan ke Jabar, makanya kita periksa dulu. Kalau tidak sesuai kita minta untuk diganti, namun ada juga yang sesuai," ujarnya.

BP2NB memang bertugas mengawasi peredaran benih yang masuk ke Jabar, kemudian diperiksa apakah sesuai dengan standar baku pohon atau tidak, jika sesuai baru boleh diedarkan.

Standar penilaian BP2NB mencakup dokumen asal-usul, sertifikat yang dikeluarkan BP2NB daerah asal, kemudian baru fisik benih seperti diameter dan tinggi batang, jumlah daun serta keamanan dari hama dan penyakit. 

Dia menjelaskan pemeriksaan sendiri berpotensi untuk diperiksa lebih teruji dengan baik di balai benih nasional di Sumbawa dan Palembang.

Menurut Hermin, pengawasan tersebut dilakukan agar menghindari protes terkait proses pertumbuhan pohon karet. "Karena ada di daerah lain yang sampai 5 tahun lebih belum memperlihatkan pertumbuhan yang baik, itu menuai protes." 

Dia melanjutkan pemeriksaan benih asal Jabar tersebut berada di kawasan cikalong kulon, yakni PBS Bayabang, dan Balindung, serta Balitri di Sukabumi. 

Hermin menjelaskan untuk pemeriksaan benih batang bawah (dari biji) dilakukan selama setahun Balai Penelitian Sembawa di Palembang, yang dibawahi Pusat Penelitian Karet Indonesia Balai Litbang Pertanian. "Kalau diketahui  bisa berbiji dan cocok, bisa diedarkan."

Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Jabar mengakui selama ini perkebunan karet banyak yang tidak menggunakan benih unggul sehingga menyebabkan produktivitas rendah.

Penasihat Asosiasi Petani Karet Indonesia Jabar Iyus Supriatna mengatakan kondisi itu harus diantisipasi dengan melakukan peremajaan pohon jangka pendek. Selain itu, para petani karet selama ini hanya mengandalkan alat konvensional dalam mengambil getah karet.

"Pemerintah harus menyediakan bibit unggul kepada petani serta diimbangi dengan penyuluhan agar produktivitas karet semakin meningkat," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karet jabar
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top