Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kedelai Jadi Tantangan Terbesar Jatim untuk Swasembada Pangan

Keyakinan Jawa Timur untuk bisa mencapai swasembada pangan dalam 3 tahun sepertinya bakal terganjal masalah produktivitas kedelai, yang terus merosot akibat karut marut pengelolaan tata niaga yang meredupkan niat tanam produsen.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  18:58 WIB
Tanaman kedelai.  -
Tanaman kedelai. -

Bisnis.com, SURABAYA—Keyakinan Jawa Timur untuk bisa mencapai swasembada pangan dalam 3 tahun sepertinya bakal terganjal masalah produktivitas kedelai, yang terus merosot akibat karut marut pengelolaan tata niaga yang meredupkan niat tanam produsen.

Padahal, Jatim merupakan salah satu lumbung kedelai Indonesia dengan rerata produksi per tahun sekitar 350.000 ton, dibanding total produksi nasional sejumlah 700.000-800.000 ton/tahun. Itu berarti kontribusi kedelai dari provinsi tersebut mencapai 42%.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Jatim Tutut Herawati menjelaskan tantangan pertanian kedelai memang yang terberat dibandingkan dengan komoditas lain. Target swasembada dalam 3 tahun untuk beras, jagung, gula, dan daging sapi justru lebih mudah diraih.

“Fokus Jatim adalah tiga komoditas; beras, jagung, dan kedelai. Untuk komoditas pangan lain, pada dasarnya kami sudah swasembada, kecuali kedelai. Jadi, yang lebih perlu ditingkatkan suplainya hanya komoditas kedelai saja sekarang,” jelasnya, Kamis (22/1/2015).

Meunrut pantauan BKP Jatim, sulitnya swasembada kedelai dipicu oleh besaran harga pokok pembelian (HPP) yang ditetapkan terlalu rendah di provinsi tersebut. Akibatnya, para petani semakin enggan membiakkan tanaman kedelai.

"Mereka lebih memilih menanam komoditas lain yang hasil penjualannya lebih menjanjikan keuntungan, seperti padi dan jagung,” sebut Tutut. Selain itu, iklim Jatim kurang kondusif bagi tanaman kedelai, sehingga yang dihasilkan hanya kedelai berukuran kecil.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian Jatim, harga kedelai lokal saat ini dibanderol sekitar Rp6.000/kg. Padahal, Kementerian Perdagangan menetapkan besaran harga beli petani (HBP) kedelai di level Rp7.600/kg. Namun, besaran itu belum ditentukan melalui Inpres.   

Tutut menjelaskan Gubernur Jatim Soekarwo telah melayangkan surat ke pemerintah pusat untuk menaikan HPP kedelai. “Karena kalau HPP tinggi, petani akan kembali tertarik menanam kedelai dan target swasembada ini bisa cepat tercapai.”

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kedelai jawa timur
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top