Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produk Konsumen, TNS Indonesia Luncurkan Layanan Riset Dunia Konsumsi

TNS Indonesia, perusahaan riset pasar, memperkenalkan layanan World of Consumption (Dunia Konsumsi) guna membantu perusahaan makanan dan minuman menghasilkan inovasi produk sesuai dengan keinginan konsumen (consumer needs-landscape).
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 21 Januari 2015  |  21:15 WIB
Ilustrasi - Tnsglobal.pl
Ilustrasi - Tnsglobal.pl

Bisnis.com, JAKARTA - TNS Indonesia, perusahaan riset pasar, memperkenalkan layanan World of Consumption (Dunia Konsumsi) guna membantu perusahaan makanan dan minuman menghasilkan inovasi produk sesuai dengan keinginan konsumen (consumer needs-landscape).

Mahesh Kumar Agarwal, Executive Director TNS Indonesia, menjelaskan layanan serupa telah diterapkan di Amerika Serikat pada 30 tahun silam, serta di China pada 2 tahun lalu.

"Studi soal kebutuhan konsumen ini (World of Consumption) di Indonesia lebih besar dan melibatkan 4.375 konsumen di 25 kota, antara lain Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Palembang, dan Makassar," ujarnya dalam seminar bertema Innovation with a Sharper Growth Focus, Rabu (21/1).

Dari kajian tersebut, sambungnya, kebutuhan konsumen produk food & beverages Indonesia sejumlah dimensi kebutuhan, yaitu memanjakan diri (sensorial indulgence), perubahan selera (mood change), dorongan sosial (social lubrication), keterikatan waktu (time-fillers), kesehatan (health).

Menurutnya, produk makanan atau snak lebih bersifat memanjakan diri (indulgent) ketimbang produk minuman. Sebaliknya, produk minuman lebih fungsional dan dinilai tidak cukup indulgent.

Managing Director Innovation and Product Development TNS Asia Pacific Ray Crook.

"Dalam meluncurkan suatu produk makanan dan minuman bukan sekedar rasa dan kemasan, tetapi juga harus memahami apa yang dibutuhkan konsumen, siapa yang membeli produk ini, semua itu harus dipelajari untuk melakukan inovasi di bidang pemasaran," ujarnya.

Pengalaman di Indonesia, industri makanan dan minuman saat meluncurkan produk baru seringkali lupa untuk memelihara produk lama sehingga pasarnya justru tergerus produk baru.

Sebaliknya, pertumbuhan produk baru tersebut belum dapat menggantikan produk lama, akibatnya pertumbuhan yang diharapkan tidak terjadi.

Managing Director Innovation and Product Development TNS Asia Pacific Ray Crook, menjelaskan  sebagai perusahaan yang bergerak di bidang survei pihaknya membantu klien untuk melakukan kajian terhadap pasar, menyiapkan strategi mengembangkan pasar, bagaimana membuka peluang untuk meningkatkan pangsa pasar.

"TNS akan mengingatkan kepada perusahaan untuk menyiapkan strategi yang matang saat meluncurkan produk baru, sehingga jangan sampai usianya hanya 3-4 bulan sudah hilang di pasar. Kami mengharapkan perusahaan harus mampu mengembangkan produk dalam jangka panjang," ungkapnya.

Menurutnya, banyak kegagalan disebabkan industri tidak menyiapkan strategi dengan benar, belum memahami pasar, serta tidak melihat peluang.

"Apa yang dijanjikan saat meluncurkan produk ternyata setelah dicoba konsumen tidak sesuai ekspetasi sehingga memutuskan untuk tidak membeli lagi produk tersebut," ujar Ray.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makanan minuman
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top