Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Survei: 72% Responden Setuju Indonesia Bangun PLTN

Survei yang dilakukan oleh Media Cipta Pesona di seluruh Indonesia dalam rentang 25 Oktober 2014-9 November 2014 menunjukkan 72% responden setuju pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 16 Desember 2014  |  13:37 WIB
Survei: 72% Responden Setuju Indonesia Bangun PLTN
Proyek pembangkit listrik tenaga nuklir. Sebagian masyarakat setuju proyek ini dibangun di Indonesia - Reuters
Bagikan

Bisnis.com JAKARTA--Survei yang dilakukan oleh Media Cipta Pesona di seluruh Indonesia dalam rentang 25 Oktober 2014-9 November 2014 menunjukkan 72% responden setuju pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Peneliti Media Cipta Pesona Baskoro mengatakan alasan utama penerimaan tersebut agar tidak ada lagi pemadaman listrik akibat pasokan listrik yang kurang. Selain itu, lanjutnya, penerimaan juga diharapkan bisa menekan harga listrik menjadi lebih murah.

"Sementara 28% yang tidak setuju karena masalah keamanan," katanya saat melakukan presentasi di gedung Badan Tenaga Nuklir Nasional di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Baskoro mengungkapkan survei tersebut melibatkan 3.000 responden secara nasional, 1.000 responden di Bangka Belitung dan 1.000 responden di Jawa Madura Bali.

Khusus di Bangka, jelasnya, masyarakat di daerah tersebut lebih condong pembangunan pembangkit menggunakan tenaga surya. Kendati penerimaan PLTN mencapai 57% dari responden. Daerah ini, lanjutnya, masyarakat ingin mengetahui dampak lingkungan seperti apa dari pembangunan PLTN.

Sementara di Jawa Madura Bali, penerimaan pembangunan PLTN jauh lebih tinggi ketimbang Bangka Belitung dan Nasional yakni dengan 74%.

Di sisi lain, Kepala Batan Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan jejak pendapat dari 2012 sampai 2014 menunjukan angka kenaikan yang signifikan. Pada 2012, katanya, penerimaan mencapai 52,9%, pada 2013 mencapai 60,4% dan pada 2014 72%.

"Yang paling mengejutkan adalah hasil jajak pendapat pada 2014, secara nasional masyarakat yang menerima PLTN mencapai angka 72%. Ini meningkat signifikan," katanya.

Dengan hasil jejak pendapat tersebut, lanjutnya, pihaknya bisa mengetahui masyarakat sebenarnya sudah menerima pembangunan PLTN di Indonesia.

Menurutnya, dengan adanya peningkatan penerimaan masyarakat tersebut, pihaknya akan menyampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Presiden Joko Widodo sehingga bisa menjadi instrumen dalam pengambilan keputusan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltn
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top