Indonesia Ingin Naikkan Harga BBM, Malaysia Menurunkan

Pemerintah Malaysia siap menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) RON95 jika harga minyak mentah dunia jatuh hingga 70-75 dolar AS (234-251 ringgit) per barel.
Martin Sihombing | 17 November 2014 12:53 WIB
SPBU di Malaysia. - www.themalaysianinsider.com

Bisnis.com, KUALA LUMPUR -  Pemerintah Malaysia siap menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) RON95 jika harga minyak mentah dunia jatuh hingga US$70-US$75  (234-251 ringgit) per barel.

Wakil Menteri Keuangan, Datuk Ahmad Maslan, mengatakan ia akan mengemukakan rencana tersebut kepada pemerintah untuk menurunkan harga BBM RON95 jika harga minyak mentah dunia turun pada level tersebut.

Penurunan harga tersebut bisa dilakukan karena telah melewati kadar subsidi yang ditanggung pemerintah, katanya seperti dikutip berbagai media terbitan Kuala Lumpur, Senin.

"Saya mendapat informasi dari mereka yang memantau subsidi BBM ini, jika harga minyak pada level US$70-US$75  per barel, maka ia akan melewati tahap subsidi 2,30 ringgit per liter," katanya kepada Antara di Kuala Lumpur, Malaysia.

Saat ini harga minyak mentah Brent mencapai US$79,41  per barel.

Ahmad mengatakan, jika harga BBM diturunkan, para pedagang juga diharapkan bisa menurunkan harga barang karena selama ini kenaikan harga BBM selalu dijadikan alasan pedagang untuk menaikkan harga.

Pada 2 Oktober harga premium RON95 dan diesel dinaikkan 20 sen menjadi berturut-turut 2,30 ringgit (Rp8.500) dan 2,20 ringgit (Rp8.100) per liter, setelah pemerintah mengumumkan pengurangan subsidi BBM.

Sementara pada 27 Oktober, pemerintah merencanakan untuk memberikan subsidi BBM penuh kepada warga berpendapatan kurang dari 5.000  ringgit per bulan berdasar skema rasionalisasi BBM mulai Juni 2015.

Adapun warga berpenghasilan sampai 10.000  ringgit per bulan akan menikmati sebagian subsidi dan penghasilan di atas 10.000  per bulan tidak layak menerima subsidi BBM.

Tag : BBM
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top