Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONSUMSI SEMEN: Pertumbuhan Januari-Oktober Meleset

Sampai dengan Oktober 2014, tren permintaan semen di dalam negeri menunjukkan pertumbuhan. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat kebutuhan di dalam negeri naik 3,4% terhadap realisasi Januari - Oktober tahun lalu.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 10 November 2014  |  11:50 WIB
 Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Sampai dengan Oktober 2014, tren permintaan semen di dalam negeri menunjukkan pertumbuhan. Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat kebutuhan di dalam negeri naik 3,4% terhadap realisasi Januari - Oktober tahun lalu.

Ketua Umum ASI Widodo Santoso menyatakan pertumbuhan year on year itu belum mencapai target sebesar 5% - 6%. "Kemungkinan karena tertundanya proyek-proyek infrastruktur seperti jalan tol dan ada perlambatan pembangunan properti karena masalah perbankan," katanya saat dihubungi Bisnis, Senin (10/11/2014).

Realisasi konsumsi semen pada Januari - Oktober tahun ini sejumlah 48,75 juta ton, sedangkan periode yang sama tahun lalu 47,16 juta ton. Permintaan pada bulan kesepuluh tahun ini saja 5,76 juta ton, naik 3,2% terhadap bulan yang sama tahun lalu 5,58 juta ton.

Apabila dikomparasikan dengan realisasi pada September tahun ini penjualan bulan lalu tumbuh 2,2% dari 5,6 juta ton. Selama bulan lalu, kenaikan konsumsi semen terpesat berada di area non-Jawa. Permintaan di luar Pulau Jawa mencapai 2.55 juta ton, sedangkan Jawa 3.21 juta ton.

Perincian konsumsi per wilayah a.l. Sumatra tumbuh 6,4% (year on year), Kalimantan 3,6%, Sulawesi 4,7%, Bali plus Nusa Tenggara 11,2%, serta Maluku plus Papua 9,1%. Sementara akumulasi kenaikan di Pulau Jawa hanya 0,9%.

Widodo berpendapat peningkatan penyerapan semen di luar Pulau Jawa kemungkinan terdorong realisasi proyek yang digarap pemerintah daerah maupun swasta. "Seperti proyek smelter, pembangkit listrik, dan lainnya," kata dia.

Kendati perkembangan konsumsi di luar Jawa secara bulanan tumbuh pesat tetapi secara akumulatif Januari - Oktober menunjukkan Pulau Jawa tetap paling bergeliat. Pasar di tanah Jawa tumbuh 3,9% menjadi 27,52 juta ton (year on year).

Sementara itu, di Sumatra cuma tumbuh 2,6%, Kalimantan 1,7%, Sulawesi 6,9%, Bali plus Nusa Tenggara turun 0,5%, serta Maluku dan Papua naik 2,1%. Total permintaan semen di wilayah-wilayah ini mencapai 21,23 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri semen
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top