Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bawa Cairan Berbahaya, Pesawat Citilink Tujuan Medan Kembali ke Jakarta

Meski Kementerian Perhubungan mewajibkan pihak Regulated Agent untuk mengetatkan pemeriksaan kargo dan pos sebelum dimasukkan ke lambung pesawat, masih saja ditemukan barang berbahaya yang turut terbawa dalam penerbangan.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 22 September 2014  |  14:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati Kementerian Perhubungan mewajibkan pihak Regulated Agent untuk mengetatkan pemeriksaan kargo dan pos sebelum dimasukkan ke lambung pesawat, masih saja ditemukan barang berbahaya yang turut terbawa dalam penerbangan.

Regulated Agent adalah badan hukum indonesia yang melakukan kegiatan usaha dengan badan usaha angkutan udara yang memperoleh izin dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan pemeriksaan keamanan terhadap kargo dan pos.

Informasi terakhir, Direktorat Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menemukan cairan berbahaya yang turut terbawa dalam penerbangan Citilink QG 834 rute Jakarta – Medan, 16 September 2014.

Pesawat tersebut terpaksa kembali ke bandara keberangkatan Soekarno-Hatta, Cengkareng, atau return to base (RTB) karena cairan berbahaya tersebut mengalami reaksi kimia sehingga mengepulkan asap yang terdeteksi sensor pesawat.

Direktur Keamanan Penerbangan Yusfandri Gona menginformasikan temuan tersebut, Senin (22/9/2014). Menurutnya, cairan tersebut milik salah seorang penumpang yang turut serta dalam penerbangan itu.

“Karena barang bawaannya melebihi kuota 15 kg, dia membayar sekian ratus ribu rupiah agar barang bawaannya masuk ke bagasi pesawat,” paparnya.

Yusfandri menduga saat pesawat tinggal landas, dan sudah mencapai ketinggian jelajah, karena perbedaan tekanan udara, cairan yang jenisnya masih diteliti tersebut mengalami perubahan reaksi sehingga mengeluarkan asap dan terdeteksi sensor pesawat.

“Karena tidak ingin mengambil risiko, pilot kemudian memutuskan kembali ke base,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan, saat kargo tersebut dipindai oleh mesin x-ray, tidak terdeteksi bahwa kargo tersebut berisi cairan berbahaya. Mesin tersebut, lanjutnya, hanya bereaksi ketika ada kargo lain yang terdeteksi mengandung logam.

“Tapi setelah dicek oleh petugas RA ternyata barang logam tersebut adalah cincin. Sedangkan yang cairan ini tidak terdeteksi mesin,” paparnya.

Dia melanjutkan cairan tersebut kini tengah diuji di laboratorium untuk mengetahui jenis senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Pihaknya masih mencari tahu apakah sebelumnya cairan tersebut sudah pernah terbawa dalam penerbangan lain.

Manajer Humas Benny Butarbutar mengaku belum mengetahui hasil temuan tersebut. Dia mengaku bakal melakukan konfirmasi kepada Kemenhub terlebih dahulu terkait informasi itu.

Baca juga pernyataan Citilink:
Citilink Klaim Sudah Sesuai Prosedur

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

citilink
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top