Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

RUU JAMINAN PRODUK HALAL: Pelaku Usaha Perlu Siapkan Internal Auditor

Pelaku usaha dan perdagangan skala besar di Tanah Air perlu mengambil ancang-ancang untuk menyiapkan internal auditor sebagai penyelia atau pengawas kehalalan produknya.
Abdalah Gifar
Abdalah Gifar - Bisnis.com 10 Juli 2014  |  18:48 WIB
RUU JAMINAN PRODUK HALAL: Pelaku Usaha Perlu Siapkan Internal Auditor
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Pelaku usaha dan perdagangan skala besar di Tanah Air perlu mengambil ancang-ancang untuk menyiapkan internal auditor sebagai penyelia atau pengawas kehalalan produknya.

Dewan Perwakilan Rakyat yang tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Jaminan Produk Halal (JPH) mengisyaratkan akan mewajibkan hal tersebut bagi pelaku usaha besar.

Ketua Panitia Kerja (Panja) RUU JPH Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah mengatakan selain melalui internal auditor, instrumen dalam pengawasan kehalalan produk yang beredar di dalam negeri juga akan berbentuk badan khusus.

Berdasarkan draf RUU JPH yang diajukan pemerintah kepada DPR, untuk menyelenggarakan JPH, pemerintah akan membentuk Badan Nasional Penjamin Produk Halal (BNP2H).

“Badan ini kewenangannya secara administratif berada di bawah Menteri Agama,” katanya kepada Bisnis, Kamis (10/7/2014).

Dia menerangkan BNP2H memiliki kewajiban untuk melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak di samping melakukan pengawasan atas produk-produk yang beredar di masyarakat.

Ledia menyatakan, secara prosedur, teknis pengajuan sertifikasi halal tidak akan jauh berbeda dengan yang selama ini dilakukan melalui Majelis Ulama Indonesia, yakni pelaku usaha melakukan pendaftaran kepada BNP2H.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produk halal
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top