Pakan Ternak: Jabar Kurangi Ketergantungan Impor Jagung

Dinas Peternakan Jawa Barat berusaha mengurangi ketergantungan industri pakan ternak terhadap impor jagung dengan menggenjot perluasan area penanaman jagung lokal.
Adi Ginanjar Maulana/Dimas Waradhitya | 02 Juli 2014 14:41 WIB

Bisnis.com, BANDUNG-- Dinas Peternakan Jawa Barat berusaha mengurangi ketergantungan industri pakan ternak terhadap impor jagung dengan menggenjot perluasan area penanaman jagung lokal.

Kepala Disnak Jabar Dodi Firman Nugraha mengatakan program ini dimulai sejak awal 2014 untuk meminimalkan ketergantungan industri pakan ternak terhadap jagung impor yang saat ini mencapai 70%.

“Program perluasan area tanam jagung ini merupakan bagian dari pembudidayaan sentra yang dilakukan bersama Dinas Pertanian Jabar untuk menekan angka impor jagung sebagai pakan ternak," katanya kepada Bisnis, Rabu (2/7/2014).

Dodi mengatakan sejauh ini kontribusi jagung nasional dalam industri pakan ternak masih mencapai 30%. Dia menargetkan akhir tahun ini kontribusi jagung lokal naik menjadi 50%.

Selain perluasan lahan, pihaknya akan memberikan subsidi kepada para peternak berupa pemberian alat kebutuhan pertanian, bibit, dan meningkatkan harga jual.

“Kami optimistis dengan pemberian subsidi juga sektor peternakan akan menggairahkan yang menjadi salah satu unggulan di Jabar,” ujarnya.

Menurut data Dinas Peternakan, kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak nasional untuk kuartal I/2014 mencapai 1,9 juta ton naik 18,75% dibandingkan 2013 pada periode yang sama 1,6 juta ton.

Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Diperta) Jawa Barar yakin total produksi jagung di kawasan ini pada 2014 mencapai 1.103.000 ton dengan produktivitas rata-rata 7,1 ton/ha.

Tag : pakan ternak
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top