Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disperindagkop Bekasi Akui Kuota LPG 3 kg Tambah 5%

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bekasi mengakui kebutuhan kuota elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) di Kota Bekasi bertambah 5% menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 10 Juni 2014  |  06:18 WIB
Disperindagkop Bekasi Akui Kuota LPG 3 kg Tambah 5%
Bagikan

Bisnis.com,BEKASI — Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bekasi mengakui kebutuhan kuota elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) di Kota Bekasi bertambah 5% menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Petugas Pelaksana Bidang Perdagangan Disperindagkop Kota Bekasi Eko Wijatmiko memaparkan sejauh ini belum ada kelangkaan elpiji (liquefied petroleum gas/LPG) 3 kg yang terjadi di pasaran. Pasalnya, pasokan elpiji 3 kg selalu terpenuhi dari PT Pertamina sesuai dengan kebutuhan masyarakat non industri di Kota Bekasi.

Dia memaparkan sejak adanya konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg, kebutuhan LPG bersubsidi mencapai 29 juta unit tabung per tahun. Kebutuhan meningkat jika menjelang hari besar Islam, Natal dan Tahun Baru.

“Peningkatannya sekitar 5%. Itu terjadi hampir tiap tahun,” papar dia saat ditemui Bisnis.com, Senin (9/6/2014).

Eko menyatakan kuota elpiji 3 kg yang tersebar di Kota Bekasi mencapai 2,4 juta per bulan. Dengan hitungan kuota tersebut, bisa disimpulkan bahwa setiap hari pengguna LPG 3 kg di Kota Bekasi mencapai 82 unit tabung. Apabila ada kekurangan pasokan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Hismawa Migas dan PT Pertamina untuk menambah kuota yang dibutuhkan.

Pengguna elpiji bersubsidi di Kota Bekasi, ujar Eko, antara lain rumah tangga, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pedagang kelontong. Apalagi dengan bertambahnya perumahan baru, maka konsumsi LPG 3 kg untuk rumah tangga bisa bertambah.

“Bagi industri besar, restoran dan hotel tidak diperbolehkan memakai elpiji bersubsidi. Dan kami pantau berdasarkan laporan dari agen,” papar dia.

Mengenai harga LPG 3 kg, Eko memastikan tidak ada kenaikan harga dari PT Pertamina. Sejumlah agen hingga pangkalan telah mematuhi harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kg sesuai aturan Pertamina berkisar Rp14.000-Rp14.500.

Apabila ada kenaikan harga elpiji di atas HET, papar dia, maka hal itu diluar tanggungjawab Pemkot dan PT Pertamina. Dia memastikan permainan harga biasanya dilakukan oleh pedagang atau warung kelontong yang membeli elpiji 3 kg dari pangkalan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lpg 3 kg
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top