Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

World Bank Desak Indonesia Prioritaskan Infrastruktur

Bisnis.com, JAKARTA Bank Dunia perwakilan Indonesia mendesak Indonesia untuk memprioritaskan pembangunan struktur. Pasalnya, segala aktivitas pembangunan amat bergantung pada kualitas infrastruktur.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 09 Juni 2014  |  20:17 WIB
Logo Bank Dunia. Indonesia disarankan prioritaskan infrastruktur - Reuters
Logo Bank Dunia. Indonesia disarankan prioritaskan infrastruktur - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Dunia perwakilan Indonesia mendesak Indonesia untuk memprioritaskan pembangunan struktur. Pasalnya, segala aktivitas pembangunan amat bergantung pada kualitas infrastruktur.

Ekonom World Bank perwakilan Indonesia, Sjamsu Rahardja menekankan pentingnya  Indonesia membangun infrastruktur, terutama yang berkaitan dengan energi dan logistik.

“Ini PR (pekerjaan rumah) terbesar kita. Kita tidak bisa bicara insentif, substitusi impor, dan sebagainya kalau infrastrukturnya tidak memadai,” kata Sjamsu di Jakarta, Senin (9/6/2014).

Data World Bank menunjukkan Indonesia mengalokasikan 2%-2,5% dana dalam PDB untuk pembangunan infrastruktur. Menurut Sjamsu, angka yang ideal adalah 4,5%. Adapun China dan Vietnam mengalokasikan 7% dari PDB mereka untuk membangun infrastruktur.

Selain aspek infrastruktur, World Bank menggarisbawahi beberapa kebijakan yang harus menjadi perhatian pemerintah yaitu reformasi kebijakan makroekonomi dan fiskal untuk menggenjot pertumbuhan jangka panjang, dan membuka lebar perdagangan dan investasi yang dapat memaksimalkan fungsi pasar dan industri

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

world bank
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top