Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PIPA PLASTIK, Vinilon Incar Pertumbuhan 20%

PT Rusli Vinilon Sakti, produsen pipa plastik, menargetkan pertumbuhan 20% pada 2015 terhadap realisasi 2014. Pertumbuhan itu seiring dengan prediksi bisnis properti yang terus menggeliat pada tahun mendatang.nn
Muhammad Khamdi
Muhammad Khamdi - Bisnis.com 29 April 2014  |  07:00 WIB
Permintaan produk pipa bisa terdongkrak apabila kebutuhan untuk rumah, gedung, pusat perbelanjaan, tempat wisata dan perhotelan turut meningkat.  - bisnis.com
Permintaan produk pipa bisa terdongkrak apabila kebutuhan untuk rumah, gedung, pusat perbelanjaan, tempat wisata dan perhotelan turut meningkat. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Rusli Vinilon Sakti, produsen pipa plastik, menargetkan pertumbuhan 20%  pada 2015 terhadap realisasi 2014. Pertumbuhan itu seiring dengan prediksi bisnis properti yang terus menggeliat pada tahun mendatang.

Vice President Director PT Rusli Vinilon Sakti Sandy Susanto mengatakan perusahaan Vinilon fokus untuk memproduksi dua tipe pipa yakni pipa polyvinyl chloride (PVC) dan pipa high density polyethylene (HDPE). Menurutnya, dua jenis pipa itu yang sering diminta oleh perusahaan swasta maupun proyek dari pemerintah.

Sandy mengatakan pertumbuhan penjualan produk pipa dari 2003-2009 sekitar 10%. Adapun pertumbuhan yang mencapai puncaknya yakni pada 2010-2012 dimana presentasenya mencapai 20%. Dia melihat pertumbuhan itu ditopang oleh faktor pembangunan yang berkembang pesat ditambah perekonomian domestik saat itu masih stabil.

Selain itu, bunga bank masih rendah sehingga mendorong seseorang untuk meminjam dan berinvestasi di bisnis properti. Sedangkan pertumbuhan pada 2013-2014 sekitar 10%-15%.

“Bisnis kami tak lepas dari pertumbuhan properti. Untuk tahun depan, kami targetkan pertumbuhan bisa kembali seperti pada 2010-2012 yakni 20%,” ujar Sandy kepada Bisnis.com, di Jakarta, Senin (28/4/2014).

Dia mengatakan permintaan produk pipa bisa terdongkrak apabila kebutuhan untuk rumah, gedung, pusat perbelanjaan, tempat wisata dan perhotelan turut meningkat.

Sandy melihat sebelum rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), banyak pengusaha yang berlomba untuk mendirikan properti, apartemen dan perhotelan.

“Setiap pembangunan pasti membutuhkan pipa. Nah, dari fluktuasi pertumbuhan sektor properti akan berpengaruh pada pertumbuhan pada produk kami,” paparnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pipa
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top