Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MINUMAN BERALKOHOL: Impor Tahun Ini Turun 30%

Importir minuman beralkohol (minol) berpendapat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.20/2014 menyebabkan penurunan volume pembelian minuman keras dari luar negeri hingga 20%-30%.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 29 April 2014  |  13:31 WIB
Minuman beralkohol impor relatif lebih mahal harganya dibandingkan dengan minol lokal.  - Bisnis.com
Minuman beralkohol impor relatif lebih mahal harganya dibandingkan dengan minol lokal. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Importir minuman beralkohol (minol) berpendapat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.20/2014 menyebabkan penurunan volume pembelian minuman keras dari luar negeri hingga 20%-30%.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir dan Distributor Minuman Impor (Apidmi) Agus Silaban mengatakan penurunan angka impor minol tersebut terjadi karena ada perubahan dalam proses administrasi impor dalam Permendag tersebut.

“Kemungkinan besar volume impor berkurang 20%-30%, karena proses menunggu Keppres dan Permendag yang baru, sehingga memengaruhi proses administrasi dalam melakukan impor, karena banyak perizinan yang terkait dengan Permendag seperti SIUP, SIUP-MB, Pabean, dan sebagainya,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (28/4/2014).

Kendati demikian, Agus mengatakan minuman beralkohol impor telah memiliki pangsa pasarnya sendiri, sehingga dalam jangka panjang Permendag tersebut tidak akan terlalu mengurangi angka impor minol.

“Minuman beralkohol impor relatif lebih mahal harganya dibandingkan dengan minol lokal. Oleh karena itu, tempat penjualannya hanya tertentu, seperti di hotel, bar, tempat karaoke, atau restoran yang punya izin penjualan,” tuturnya.

Permendag yang baru tersebut lebih spesifik dalam mengatur tempat penjualan yang diperbolehkan untuk minol. “Menurut saya tidak jauh berbeda dengan yang telah berjalan selama ini, jadi tidak akan banyak berpengaruh.”

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor miras senilai US$95.000 pada awal tahun ini, turun dari capaian US$1,4 juta pada akhir 2013. Adapun, jenis MB yang dibeli adalah Whiskies senilai US$84.526 dan Vodkan senilai US$10.720.

Jumlah impor Whiskies terbanyak didatangkan dari Inggris dengan total US$79.486, diikuti Singapura senilai US$5.040. Sementara itu, Vodka seluruhnya dibeli dari Prancis senilai total US$10.720.

 

Impor Minuman Beralkohol Akhir 2013:

Jenis

Nilai (US$)

Brandy

2.446

Whiskies

955.988

Rum

26.985

Gin dan Geneva

40.146

Vodka

98.579

Liqueurs dan cordials

90.739

MB jenis lain

52.173

MB jenis lain yang disuling

151.173

Total

1.418.229

Sumber: BPS, 2013

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minuman beralkohol
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top