Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEA CUKAI Jamin Pemeriksaan Kargo Bandara Halim Maksimal 1 Hari

Bea dan Cukai menjamin pelayanan layanan pemeriksaan barang kargo umum di Bandara Halim Perdanakusuma hanya memerlukan waktu satu hari demi mendukung pengembangan sektor industri di sekitar Jakarta.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 27 April 2014  |  18:40 WIB
Pengiriman kargo melalui udara memerlukan ongkos yang tinggi demi mempersingkat waktu pengiriman.  - bisnis.com
Pengiriman kargo melalui udara memerlukan ongkos yang tinggi demi mempersingkat waktu pengiriman. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bea dan Cukai menjamin pelayanan layanan pemeriksaan barang kargo umum di Bandara Halim Perdanakusuma hanya memerlukan waktu satu hari demi mendukung pengembangan sektor industri di sekitar Jakarta.

Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta Padmoyo Tri Wikarto mengatakan janji layanan pemeriksaan barang kargo umum maksimal satu hari itu dikhususkan untuk barang-barang yang masuk dalam kategori jalur merah.

“Kami tidak bisa berlama-lama karena di bandara ini ada banyak perusahaan besar kelas dunia seperti FedEx dan TNT. Kami tidak berani menyalahi janji layanan karena bisa berdampak buruk bagi Indonesia secara keseluruhan. Ini menyangkut citra bangsa” katanya, Minggu (27/4/2014).

Dia juga mengatakan pengiriman kargo melalui udara memerlukan ongkos yang tinggi demi mempersingkat waktu pengiriman dibandingkan moda transportasi lainnya. Dengan demikian, pihaknya tidak berani melanggar janji layanan kepada para pengguna jasa di pelabuhan tersebut.

“Kebijakan ini berlaku di seluruh wilayah Jakarta, tidak hanya di Halim saja,” tambahnya. Menurutnya, saat ini sudah ada layanan Integrated Cargo Release System (I-Care) yang mengimbangi waktu pelayanan kepabeanan atau custom clearance kian efektif.

“Rata-rata kami hanya cukup menghabiskan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan proses kepabeanan importir yang masuk Mitra Utama (MITA) prioritas,” tambahnya. Dia melanjutkan sejauh ini impor kargo umum di bandara tersebut umumnya merupakan barang-barang pendukung industri serta suku cadang yang umumnya digunakan oleh industri kargo.

Pada 2013 pergerakan kargo di Bandara Halim Perdanakusuma tercatat mencapai Rp7,2 juta ton yang dibawa oleh pesawat kargo maupun penumpang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara halim perdanakusuma
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top