Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Pastikan Bandara Karawang Tetap Jalan

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan pembangunan Bandara Karawang, Jawa Barat tetap berjalan.
Muhamad Hilman
Muhamad Hilman - Bisnis.com 24 April 2014  |  18:13 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan pembangunan Bandara Karawang, Jawa Barat tetap berjalan.  

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S. Gumay menyatakan perkembangan pembangunan Bandara Karawang saat ini masih pada tahap komunikasi dengan intansi terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Pemerintah Daerah Jawa Barat.

"Karawang masih komunikasi. Itu masih perlu surati soal tata ruang. Masih proses terus," ujar Herry, Kamis (24/4/2014).

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya masih menunggu kesepakatan dari lembaga-lembaga tersebut terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) bandara yang menghabiskan dana investasi mencapai mencapai hingga Rp65 triliun itu. "Harus disepakati dulu semuanya. Harus ada Pemda dan Kemen PU," ucapnya.

Direktur Bandar Udara Perhubungan Udara Kemenhub Bambang Cahyono memastikan pembangunan Bandara Karawang berjalan beriringan dengan pengembangan Bandara Soekarno Hatta.

Menurutnya, kapasitas bandara di Soetta saat ini sudah mencapai 62 juta penumpang. Total maksimum, dia memprediksi hanya mencapai 70 juta penumpang saja.

Kondisi itu membuat kebutuhan bandara alternatif seperti Bandara Karawang saat ini sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang masa mendatang.

"Soetta jalan, dan Karawang masih jalan," ucapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kemen PU terkait tata ruang pada pekan lalu. Hingga kini, Kemenhub masih menunggu kabar balasan dari Kemen PU. Selain itu, imbuhnya, pihak Jepang pun telah melakukan pembuatan foto udara di daerah tersebut.

"Laporan terakhir masih seperti itu, tapi kan tim dari Jepang sedang membuat foto udara dari daerah situ," ucapnya.

Di sisi lain, katanya, Kemenhub juga masih menunggu persetujuan dari Kementerian Kehutanan dan PT Perhutani yang merelakan lahannya di daerah tersebut digunakan sebagai untuk pembangunan bandara. "Prinsipnya bisa [digunakan]. Tapi Kemenhub akan ganti luas lahan  hutan yang sama. Itu bisa dilakukan," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top