Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Regulasi Harga Indeks Pasar Biodiesel Diperkenalkan

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaksanakan sosialisasi regulasi tentang harga indeks pasar bahan bakar nabati biodiesel.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 24 April 2014  |  11:26 WIB
SPBU Biodiesel. Harga Indeks Pasar diperkenalkan - JIBI
SPBU Biodiesel. Harga Indeks Pasar diperkenalkan - JIBI

Bisnis.com JAKARTA--Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaksanakan sosialisasi regulasi tentang harga indeks pasar bahan bakar nabati biodiesel.

Regulasi anyar tersebut berupa Keputusan Menteri ESDM No. 2185K/12/MEM/2014 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 0219K/12/MEM/2010.

Pasalnya, Kementerian ESDM tengah menggenjot penggunaan BBN jenis biodiesel sebagai campuran solar. Kementerian ESDM mengklaim kebijakan ini telah memberikan dampak positif bagi penghematan devisa Negara.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Saleh Abdurrahman mengatakan dari program mandatory pemanfaatan BBN jenis ini selama periode September 2013 hingga Februari 2014 telah menghemat impor solar sebesar 126.761 kiloliter.

“Angka ini meningkat 2 kali lipat dibandingkan dengan periode enam bulan sebelum diterbitkannya Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2013 yakni sebesar 63.524 KL  per bulan,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Kamis (24/4/2014).

Menurutnya penghematan selama 6 bulan tersebut, ada penghematan devisa sekitar US$592 juta.Dia mengharapkan dengan adanya formulasi harga baru ini dapat meningkatkan penggunaan BBN guna mendukung kebijakan diversifikasi energi serta tumbuhnya investasi baru di bidang biodiesel.

Formulasi HIP biodiesel ini, jelasnya, menggunakan acuan harga Mean of Platts Singapore (MOPS) BBM Landed Price. Dia menjelaskan Harga MOPS Landed Price adalah harga biodiesel sampai di titik terminal BBM utama.

Pemilihan acuan harga BBN berdasarkan MOPS BBM didasari oleh korelasi yang cukup tinggi antara HIP Solar/MOPS Gasoil dengan Harga Patokan Ekspor (HPE) Biodiesel yang selama ini digunakan sebagai HIP biodiesel.

Nantinya, HIP Biodiesel tersebut dikonversi/diindeks ke dalam MOPS Gasoil sehingga diperoleh suatu formulasi berdasarkan MOPS Gasoil rata-rata pada periode satu bulan sebelumnya ditambah 3,48% MOPS. 

Menurutnya, melalui penetapan HIP biodiesel yang baru, maka harga biodiesel akan mengikuti pola harga BBM yang riil sampai di terminal domestik (dimana biodiesel akan dicampurkan ke dalam solar) sehingga akan mempermudah untuk memprediksi harga dan mencegah terjadinya disparitas harga biodiesel dan solar.

Selain itu, formula HIP biodiesel ini juga lebih menjamin kepastian penyaluran biodiesel secara merata di seluruh wilayah Indonesia karena harga tersebut sudah termasuk biaya pengangkutan biodiesel sampai di titik terminal BBM utama. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

biodiesel
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top