Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandara Kulon Progo: Pembangunan Terhambat Smelter Pasir Besi

Keberadaan pabrik smelter pasir besi masih berpotensi mengganjal pembangunan Bandara Kulon Progo, Yogyakarta karena kesepakatan yang dijalin dalam bentuk nota kesepahaman secara resmi belum ditandatangani.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 23 April 2014  |  12:08 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Keberadaan pabrik smelter pasir besi masih berpotensi mengganjal pembangunan Bandara Kulon Progo, Yogyakarta karena kesepakatan yang dijalin dalam bentuk nota kesepahaman secara resmi belum ditandatangani.

Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Bambang Tjahjono mengatakan secara umum sudah terjalin kesepakatan dengan PT Jogja Magasa Iron (JMI) selaku operator pertambangan pasir besi di wilayah tersebut.

“Tetap titik lokasi pabrik digeser 3 km ke timur dan tidak sejajar [inline] dengan landasan pacu,” ujarnya, Rabu (23/4/2014).

Dia melanjutkan, saat ini Kemenhub serta PT JMI tengah membicarakan detail terkait cerobong asap dari pabrik yang bakal dibangun tersebut. Ukuran tinggi cerobong direvisi menjadi 14 meter dengan menggunakan teknologi tertentu.

“Yang menjadi pembahasan lebih lanjut saat ini adalah apakah asap atau suhu panas yang keluar dari cerobong itu bisa mengganggu penerbangan atau tidak,” tuturnya.

Dia mengatakan akan mengusahakan agar penandatanganan nota kesepahaman tersebut segera terealisasi sehingga menjadi dasar pembangunan pabrik smelter oleh PT JMI serta bandara oleh PT Angkasa Pura (AP) I.

Lantaran persoalan pembahasan yang tak kunjung rampung, peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan pasir besi yang diprakarsai PT Jogja Magasa Iron (JMI) batal dilakukan April 2014.

Direktur SDM dan Community Development PT JMI Heru Priyono membenarkan peletakan batu pertama tidak jadi dilakukan pada April 2014, mengingat belum ada pembicaraan lebih lanjut di jajaran internal perihal kegiatan tersebut.

Menurut Heru, persoalan teknis dengan bandara serta penandatanganan nota kesepahaman menjadi salah satu faktor penyebab mundurnya peletakan batu pertama.

Sekretaris Daerah Kulonprogo, Astungkoro, mengungkapkan, sampai sejauh ini belum mendapat kepastian terkait dengan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan pasir besi.

“Memang sebelumnya direncanakan diadakan April setelah pemilu legislatif, namun sampai sekarang belum ada informasi terbaru,” ujarnya.

Pernyataan Sekda kali ini berbeda dengan pemberitaan sebelumnya.

Ketika itu, Astungkoro, menuturkan, peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengolahan pasir besi di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, Kulon Progo, akan dilakukan setelah pelaksanaan pemilu legislatif supaya tidak mengganggu jalannya pesta demokrasi.

Mundurnya waktu peletakan batu pertama bukanlah sekali ini saja, setidaknya sudah tiga kali rencana peletakan batu pertama yang menandai dibangunnya pabrik pengolahan pasir besi di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates ini gagal.

Pertama, pada Oktober 2013, kedua pada awal 2014, dan paling akhir pasca-pemilu April 2014.

Areal kontrak karya penambangan pasir besi di Kulon Progo beserta pabrik smelter membentang di Pantai Selatan Kulon Progo dari Kecamatan Galur di sisi timur, kemudian Kecamatan Panjatan hingga ke wilayah Kecamatan Wates di sisi barat.

Areal pertambangan pasir besi dan wilayah calon bandara hanya dipisahkan oleh kompleks Pelabuhan Ikan Tanjung Adikarta serta Sungai Glagah.

Sementara wilayah bandara terbentang sepanjang Pantai Selatan Kulon Progo tepatnya di Kecamatan Temon mulai dari sisi barat Sungai Glagah hingga sisi timur Sungai Bogowonto yang berbatasan dengan wilayah Purworejo, Jawa Tengah.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta Bandara Kulon Progo
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top