Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manfaat Literasi Keuangan Bagi Masyarakat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah merilis masyarakat Indonesia yang benar-benar paham mengenai lembaga jasa keuangan baru sekitar 21,84%.
Puput Jumantirawan
Puput Jumantirawan - Bisnis.com 18 April 2014  |  17:55 WIB
OJK memandang semua lembaga keuangan penting melakukan literasi kepada masyarakat. - Bisnis
OJK memandang semua lembaga keuangan penting melakukan literasi kepada masyarakat. - Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU - Iwan seorang teman lama menghubungi saya menanyakan bagaimana cara mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan untuk modal tanaman cabainya.  Dia sama sekali buta soal jasa keuangan padahal sangat butuh suntikan dana segar untuk mengembangkan usaha.

Menurutnya, kalau memperoleh suntikan dana, dia dapat memperluas tanaman cabai tersebut. Akibat keterbatasan modal dia hanya bisa menanam cabai dalam skala kecil, sekitar setengah hektare saja.

“Saya tidak tahu bagaimana prosedur memperoleh kredit bank atau dari lembaga keuangan lain, padahal usaha saya ini prospek sekali untuk dikembangkan hasilnya lumayan. Walau mengambil kredit pasti tertutupi,” kata Iwan Jumat (18/4/2014)

Iwan hanya satu contoh masyarakat yang belum mengetahui produk-produk jasa keuangan, tentu saja masih banyak masyarakat lain yang belum melek jasa keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah merilis masyarakat Indonesia yang benar-benar paham mengenai lembaga jasa keuangan baru sekitar 21,84%. Penggunaan produk dan layanan untuk sektor pasar modal dan industri keuangan non bank seperti asuransi, pembiayaan dana pensiun dan lembaga jasa keuangan lainnya juga masih sangat kecil di bawah 15%.

OJK memandang semua lembaga keuangan penting melakukan literasi kepada masyarakat.

Dalam bentuk pendidikan supaya masyarakat tahu produk industri keuangan, termasuk manfaat dan risikonya.

Keseriusan OJK dapat dilihat dari peraturan pertama yang dikeluarkannya mengenai perlindungan konsumen melalui edukasi yang kemudian diatur secara teknis lewat edaran. Regulasi tersebut dibuat bertujuan untuk mendorong semua lembaga keuangan melakukan edukasi kepada konsumen.

Direktur Pengawasan Bank Kantor Regional V Sumatera OJK Lukdir Gultom mengatakan, program edukasi tersebut diprioritaskan dilakukan kepada konsumen di daerah yang belum terjangkau lembaga keuangan.

“Misalnya, bank umum kami suruh buat program bernama Out Reach, yaitu edukasi dan perlindungan konsumen untuk literasi keuangan ke daerah yang belum pernah terjangkau oleh industri keuangan. Sehingga mereka paham betul sebelum memilih salah satu produk jasa keuangan,” kata Gultom.

Dia menambahkan literasi tidak hanya bermanfaat bagi perlindungan konsumen tetapi juga bermanfaat bagi lembaga keuangan. Karena ketika masyarakat paham dengan produk industri keuangan diharapkan mereka membeli salah satu produknya.

Misalnya, dalam bentuk asuransi, pinjaman bank atau menyimpan uang di bank. Diharapkan masyarakat yang semula menyimpan uangnya di lemari setelah paham produk industri jasa keuangan mereka menyimpannya di bank.

OJK menyediakan mobil operasional bagi lembaga keuangan yang hendak melakukan literasi, mereka beri nama mobil literasi keuangan (Si Molek). Mobil tersebut diharapkan dapat membantu lembaga keuangan di lapangan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Riau Mahdi Muhammad mengatakan program literasi tersebut sangat positif bagi perbankan. Terutama dapat digunakan sebagai salah satu perangkat menarik dana pihak ketika masuk ke sistem bank.

“Tahun lalu ada sekitar Rp15,8 triliun uang yang beredar namun tidak masuk ke sistem perbankan. Kita harus membuka kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan akses perbankan,” kata Mahdi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

literasi keuangan
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top