Presiden SBY Resmikan 6 Bandara di Sumatra

Peresmian 6 bandara oleh Presiden SBY dilakukan terpusat di Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (27/3/2014).
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 27 Maret 2014  |  12:58 WIB
Presiden SBY Resmikan 6 Bandara di Sumatra
Bandara Kuala Namu - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan enam bandara yang mengalami pembangunan dan pengembangan.

Peresmian 6 bandara oleh Presiden SBY dilakukan terpusat di Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatra Utara, Kamis (27/3/2014).

Empat bandara yang dibangun adalah Bandar Udara Internasional Kuala Namu (Sumatra), Bandar Udara Muara Bungo (Jambi), pembangunan Bandar Udara Pekon Serai (Lampung) dan Pembangunan Bandar Udara Pagar Alam (Sumatra Selatan).

Sementara itu dua bandara yang selesai tahap pengembangannya adalah terminal baru Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah (Riau) dan pengembangan terminal baru Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II (Riau).

Pembangunan dan pengembangan ini diharapkan menunjang kepadatan lalu lintas udara yang ada. Hingga saat ini, jumlah penumpang terus mengalami peningkatan.

Pada 2011, jumlah penumpang baik domestik maupun internasional tercatat kurang lebih 68.349.000 penumpang dan pada 2012 meningkat 19,04% atau menjadi sebesar 81.359.000 penumpang.

Sementara itu, jumlah penumpang tahun 2013 yang berhasil dicatat Kementerian Perhubungan meningkat menjadi 85.176.000 orang.

Sejalan dengan meningkatnya pergerakan manusia, barang dan jasa melalui moda transportasi udara, Kementerian Perhubungan dan semua pihak yang terkait terus melaksanakan pembangunan dan pengembangan infrastruktur bandar udara dalam rangka menunjang konektivitas pelaksanaan MP3EI di semua koridor di seluruh tanah air.

Pembangunan Bandar Udara Internasional Kuala Namu merupakan jawaban dan antisipasi Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan terhadap tuntutan pertumbuhan pengguna jasa transportasi yang begitu cepat.

Bandar udara ini dibangun menggantikan fungsi Bandar Udara Polonia yang telah melebihi kapasitas sehingga berpengaruh pada pelayanan, keamanan dan keselamatan penerbangan itu sendiri.

Bandar Udara Internasional Kuala Namu memiliki peranan sangat strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempercepat mobilitas manusia, barang, dan jasa.

Pembangunan Bandar Udara Internasional Kuala Namu merupakan bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

Diharapkan, hal itu dapat memperkuat konektivitas sistem transportasi nasional sekaligus menjadi gerbang penerbangan internasional di Wilayah Barat Indonesia.

Pembangunan Bandara Kuala Namu telah melalui proses panjang yang sempat terhenti akibat krisis moneter pada tahun 1997 dan dilanjutkan kembali pembangunannya pada tahun 2007 dan baru selesai pada akhir tahun 2013.

Proyek pembangunan Bandar Udara Internasional Kuala Namu menghabiskan biaya sebesar Rp.5,59 triliun terdiri dari Anggaran Kementerian Perhubungan (APBN) Rp.3,39 triliun dan bersumber dari PT. Angkasa Pura II (Persero) Rp. 2,2 triliun.

Bandara Kuala Namu dibangun di atas lahan seluas 1.365 hektar dengan luas terminal 224.298 m2 dan telah beroperasi sejak tanggal 25 Juli 2013.

Bandara ini siap melayani 83 juta penumpang dan 10 ribu pergerakan pesawat setiap tahunnya.

Landasan pacu Bandara Kuala Namu mampu melayani pesawat berbadan besar seperti Boeing 747-800, bahkan Airbus A380.

Kuala Namu merupakan bandara pertama di Indonesia yang dilengkapi fasilitas kereta api, sehingga masyarakat memiliki alternatif moda angkutan untuk menjangkau bandara ini dari Kota Medan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top