Hadapi Open Sky Society, 5 Bandara Alami Perbaikan

Kemenhub mengaku lima bandara internasional di Indonesia telah siap mengantisipasi kepadatan penerbangan baru saat mulai berlakunya kebijakan langit terbuka atau open sku policy.
Kahfi | 02 Maret 2014 17:01 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Lima bandara internasional telah direncanakan untuk melayani pasar penerbangan bebas se-Asia Tenggara (Open Sky Society) 2015 nanti.

Kemenhub mengaku lima bandara internasional di Indonesia telah siap mengantisipasi kepadatan penerbangan baru saat mulai berlakunya kebijakan langit terbuka atau open sku policy.

Dalam menghadapi pasar penerbangan terbuka, pemerintah mengaku telah melaksanakan persiapan sejak 2009 lalu.

Hal tersebut meliputi efisiensi infrastruktur di bandara, peningkatan landasan pacu, taxiway, dan pembangunan sistem navigasi terbaru.

Kelima bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, Kuala Namu Medan, Sultan Hasanudin Makassar, dan Ngurah Rai Denpasar.

Terkait penambahan slot penerbangan, Kemenhub tidak menjamin hal itu akan terlaksana dalam waktu dekat meskipun maskapai bertambah akibat pasar penerbangan terbuka.

"Untuk slot, tergantung kapasitas bandaranya," terang Direktur Perhubungan Udara Herry Bakti.

Sebagaimana Soekarno-Hatta Jakarta dan Ngurah Rai Bali, kemungkinan penambahan slot tipis dikabulkan. "Soetta sudah tidak bisa, Bali juga hampir penuh [slot]," ujarnya.

Walau begitu, dia menjelaskan pelaksanaan persiapan Open Sky, di kelima bandara itupun sudah ada.

Di tiap bandara, terangnya, telah ada perbaikan yang masih berlangsung.

"Ini terus dibangun. Surabaya dibangun, Makassar juga, Medan, dan Bali. Terminal maupun runway, sedangkan Surabaya terminalnya, Bali juga, sementara Jakarta perbaikan landasan," papar Herry.

Untuk tiap bandara, dia menegaskan, sudah sukar menemukan peluang penambahan runway.

Karena itu, Kemenhub lebih memilih langkah mengefisienkan runway yang telah ada dan peningkatan kinerja sistem navigasi udara atau air navigation.

Khusus Soekarno-Hatta, Kemenhub menargetkan peningkatan pelayanan.

Efisiensi runway tersebut membutuhkan setidaknya 8 ribu hektar tanah dengan pembebasan lahan menelan anggaran hingga Rp4 triliun.

Tag : penerbangan, open sky
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top