Tambah Pasokan BBN, PLN Kembali Gelar Lelang

Setelah menggaet dua perusahaan untuk memasok bahan bakar nabati (BBN), PT PLN (Persero) berencana kembali melakukan lelang pada pertengahan tahun ini.
Amanda Kusumawardhani | 02 Maret 2014 23:24 WIB

Bisnis.com, LEMBANG—Setelah menggaet dua perusahaan untuk memasok bahan bakar nabati (BBN), PT PLN (Persero) berencana kembali melakukan lelang pada pertengahan tahun ini.

Kepala Divisi BBM dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan pelelangan kedua akan diadakan pada akhir Maret atau April tahun ini dengan mengundang 10 perusahaan pemasok BBN.

“Lelang pertama, PLN meminta dua perusahaan terpilih untuk memasok BBN sebanyak 7.000 kilo liter [kl]. Lelang kedua kami menargetkan 123.000 kl BBN per tahun,” katanya di Lembang, Jumat (28/2/2014).

Menurutnya, lelang tahap kedua tersebut setara dengan Rp3,3 triliun setiap tahun dan memiliki jangka waktu selama 3 tahun. Nantinya, pasokan BBN dari pemenang tender akan menyuplai pembangkit listrik di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan beberapa wilayah Pulau Sumatra.

Sebelumnya, pada lelang pertama, PLN telah menandatangani kontrak dengan dua perusahaan yaitu PT Smart Tbk dan PT Wilmar Nabati untuk memasok BBN ke sejumlah pembangkit listrik guna mengurangi porsi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

“Sebetulnya ada tiga pemenang lelang, tetapi satu perusahaan mundur karena hanya saya beri satu hari terkait jaminan bank. Untuk lelang tahap I, suplai BBN sudah mulai dilakukan pada April tahun ini,” imbuhnya.

Rencananya, porsi awal penggunaan BBN sekitar 60% dan BBM 40%, tetapi di sebagian besar daerah porsinya bisa mencapai 80%:20%. Apalagi, pembangkit listrik yang ada, ungkapnya, tidak memiliki kesulitan untuk dicampur dengan BBN sehingga implementasinya diperkirakan tidak mengalami kendala signifikan.

Potensi BBN atau yang biasa dikenal dengan biodiesel, katanya, cukup melimpah di Indonesia. Pasokan BBN di Indonesia mencapai 10 juta kl tiap tahunnya dan hampir sebagian besar hanya digunakan untuk keperluan ekspor.

“Konsumsi dalam negeri hanya 2 juta kl. Kenapa tidak kita manfaatkan saja potensi BBN yang berbahan baku daricrude palm oil [CPO] ini,”tekannya.

Tag : bbn
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top