Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Antam Bangun Refinery Anoda Slime

PT Aneka Tambang Tbk berencana membangun pabrik refinery anoda slime dengan kebutuhan pasokan 500 ton yang diperkirakan butuh belanja modal hingga US$30 juta.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 28 Februari 2014  |  18:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT Aneka Tambang Tbk berencana membangun pabrik refinery anoda slime dengan kebutuhan pasokan 500 ton yang diperkirakan butuh belanja modal hingga US$30 juta.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara R.Sukhyar mengatakan Antam akan mendapatkan pasokan anoda slime dari PT Smelting sekitar 500 ton.

"Smelting sudah siap pasok ke Antam. Namun, rapat tadi membahas progres pabrik refinery yang akan Antam bangun," ujarnya usai memimpin rapat terbatas dan tertutup antara Ditjen Mineral dan Batu Bara dengan PT Aneka Tambang, Kamis malam (27/2/2014).

Dia mengatakan kendala yang dialami Antam adalah soal pajak penghasilan. Pasalnya, selama ini untuk komoditas emas dikenakan reimburstment ppn sehingga Antam meminta untuk tidak dikenakan.

Menurutnya, Antam meminta kepastian soal ppn tidak dipungut, tetapi dia menjelaskan bahwa kewenangan itu berada di wilayah Kementerian Keuangan. "Kemungkinan nanti bentuknya PMK."

Sementara itu, Sekretaris Korporat Antam Tri Hartono mengatakan Antam bukan membangun pabrik refinery baru, tapi penambahan existing peralatan di anak usaha mereka, PT Logam Mulia.

Dia menjelaskan Antam akan menambah utilitas pabrik yang ada dengan menambahkan peralatan khusus untuk mengolah anode slime. Pasalnya, untuk proses yang lain sudah mampu dengan mengandalkan peralatan yang ada.

"Untuk tahap pertama 2014, kami telah menginvestasikan untuk refinery anoda slime dengan kapasitas serap 500 ton anode slime per tahun," ujarnya.

Di sisi lain, Sukhyar mengatakan khusus untuk smelter copper cathode Antam masih perlu pertemuan khusus untuk mematangkan rencana tersebut.

Namun, jelasnya, dia menilai seharusnya PT Freeport Indonesia yang lebih aktif dalam berkomunikasi. Pasalnya, Freeport akan dikenakan bea keluar ekspor sehingga mereka membutuhkan roadmap soal pembangunan smelter copper cathode bersama Antam.

"Yang jelas, tak ada kata-kata tidak feasible, pertanyaannya bagaimana membuat itu feasible. Itu memerlukan terobosan atau kebijakan pemerintah dari pemerintah. Contohnya refinery anoda slime untuk tidak dipungut ppn," ujarnya.

Menurutnya, akan ada pertemuan khusus untuk membahas pelaku usaha tembaga yakni dengan mempertemukan Freeport, Newmont, Antam, Smelting, Indosmelt dan Nusantara Smelting pada 7 Maret 2014 untuk mendapatkan gambaran berapa konsentrat yang akan dipasok dan diserap.

Dia berharap agar sebelum tanggal 7 Maret 2014, Freeport, Newmont dan Antam telah memperoleh kesepakatan.

"Khusus refinery anode alime makin cepat makin baik. Ke depan Antam juga akan meminta pasokan anode slime dari pelaku usaha yang mengolah copper cathode."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aneka tambang antam tbk
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top