Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan NJOP Tingkatkan Pemanfaatan Cadangan Lahan

Penaikan nilai jual objek pajak (NJOP) di Provinsi DKI Jakarta pada Februari 2014 dinilai dapat memicu peningkatan intensitas pemanfaatan cadangan lahan (land bank) oleh sejumlah pengembang.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 24 Februari 2014  |  21:47 WIB
Properti di Kota Jakarta
Properti di Kota Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA - Penaikan nilai jual objek pajak (NJOP) di Provinsi DKI Jakarta pada Februari 2014 dinilai dapat memicu peningkatan intensitas pemanfaatan cadangan lahan (land bank) oleh sejumlah pengembang.

Direktur PT Cushman & Wakefield Nonny Subeno mengungkapkan kenaikan NJOP yang signifikan tentunya akan memengaruhi seluruh sektor properti di wilayah Ibu Kota.

Salah satu dampaknya, ujarnya, para pengembang akan terdorong untuk segera memanfaatkan land bank yang dimiliki di kawasan Ibu Kota.

“Yang pasti adalah developer akan lebih cepat membangun di land bank yang dimilikinya,” katanya kepada Bisnis, Senin (24/2/2014).

Di samping itu, sambungnya, pada jenis properti sewa, seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan kenaikan tersebut akan dibebankan kepada penyewa melalui kenaikan service charge.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi memberlakukan penaikan nilai jual objek pajak (NJOP) pada bulan ini bersamaan dengan penyampaian surat pemberitahuan pajak bumi dan bangunan (PBB) kepada masyarakat Ibu kota. Penaikan rata-rata di tiap kecamatan berkisar 120%-240%.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan penaikan tersebut dilakukan karena besaran NJOP tidak mengalami perubahan selama 4 tahun terakhir, dan tidak sesuai dengan harga pasar yang sudah melonjak cukup signifikan. Jika NJOP tidak dinaikkan, ujarnya, berpotensi menjadi kerugian negara. Sedangkan jika dinaikkan, potensi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan bisa meningkat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top