Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sawipac Malaysia Siap Bangun Pabrik Terpadu Olahan Sawit di Riau

Investor asal Malaysia, Sawipac Sdn. Bhd berminat untuk membangun empat pabrik kelapa sawit (PKS) dan pabrik olahan sawit dengan kebutuhan investasi mencapai Rp1,6 triliun di atas lahan 41 hektare di Kabupaten Kampar, Riau.
Asep Dadan Muhanda
Asep Dadan Muhanda - Bisnis.com 08 Februari 2014  |  11:45 WIB
Sawipac Malaysia Siap Bangun Pabrik Terpadu Olahan Sawit di Riau
Ilustrasi - bisnis.com

Bisnis.com, PEKANBARU- Investor asal Malaysia, Sawipac Sdn. Bhd berminat untuk membangun empat pabrik kelapa sawit (PKS) dan pabrik olahan sawit dengan kebutuhan investasi mencapai Rp1,6 triliun di atas lahan 41 hektare di Kabupaten Kampar, Riau. 

Pabrik itu akan digarap dengan pola kerja sama antara Pemkab Kampar bersama Malaysian Technology Development Corporation (MTDC) serta perusahaan sawit Malaysia Sawipac di Desa Birandang Kecamatan Kampar Timur. 

Dalam keterangan resmi dari Humas Pemkab Kampar kepada Bisnis.com Sabtu (8/2) disebutkan, pabrik kelapa sawit itu masing-masing berkapasitas 60 ton per jam. Selain itu juga akan dibangun pabrik pengolahan dan turunan sawit berupa  pabrik minyak goreng, mentega pupuk dan pembangkit listrik berkekuatan 20 MW. 

“Kalau tak ada halangan, bulan April nanti peletakan batu pertama.  Ini akan jadi kompleks pabrik terpadu paling lengkap. Kami menginvestasikan dana sekitar Rp 1,6 triliun. Setelah peletakan batu pertama, kami butuh waktu 18 bulan untuk membangun kawasan itu hingga tuntas,” kata Julaini Mohammad Saleh, Senior Vice President Bussines and Financial Advisor MTDC.

MTDC adalah lembaga resmi pemerintah  Malaysia yang menjadi penasihat perdagangan dan pembiayaan untuk Sawipac. Adapun Sawipac merupakan perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan dan pengoalahan sawit yang sudah berdiri sejak 1996 dan mempunyai sejumlah kebun di Indonesia dan Malaysia.

Bupati Kampar Jefrry Noer mengharapkan jika pabrik itu sudah beroperasi, dipastikan harga tandan buah segar (TBS) milik masyarakat di Kabupaten Kampar akan selalu stabil. Sebab, sawit mentah  atau crude palm oil (CPO) yang dihasilkan PKS tidak harus dijual di ke luar Kamparm namun langsung diserap oleh pabrik itu 

Jefrry Noer berjanji akan mempermudah proses perizinan untuk meningkatkan investasi di sektor daerah yang berbatasan dengan Pekanbaru itu. 

“Kami sudah menerapkan layanan prima. Sebab itulah kata kunci biar investasi berlomba-lomba datang ke daerah. Hanya saja, yang membikin lama itu justru rekomendasi dari instansi kementerian yang ada di jakarta,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sawit
Editor : Asep Dadan Muhanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top