Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Status Pemeriksaan Beras Impor Vietnam Dinaikkan jadi 'High Risk'

Status pemeriksaan beras impor Vietnam dinaikkan dari low risk menjadi high risk karena diduga adanya pelanggaran ijin masuk ke Indonesia.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Februari 2014  |  07:45 WIB
/Ilustrasi - Bisnis
/Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Status pemeriksaan beras impor Vietnam dinaikkan dari low risk menjadi high risk karena diduga adanya pelanggaran ijin masuk ke Indonesia.

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPUBC) Tanjung Priok mencurigai adanya pelanggaran terhadap impor beras jenis Fragrance Rice Vietnam (beras premium) ke pasar lokal dengan menggunakan ijin beras atas nama Thai Hom Mali.

Dari pemeriksaan KUPBB Tanjung Priok, didapati beras yang masuk bukan hanya jenis Thai Hom Mali, tetapi juga beras wangi (Fragrance Rice) yang berasal dari Vietnam.

“Apa yang dilakukan untuk mengantisipasi ini? Ketimbang menunggu terlalu lama (mencari sumber permasalahannya dimana), maka dilakukan inisiatif dari Bea Cukai. Mitigasi risikonya yang tadinya low risk dinaikkan menjadi high risk,” kata Menteri Keuangan M. Chatib Basri.

Padahal, sebelumnya menkeu menjelaskan impor beras termasuk ke dalam kategork low risk. “Kenapa low risk? Karena ijinnya jelas, rekomendasinya jelas, karena semuanya sudah jelas, dia masuk di dalam low risk,” kata Menkeu saat berkunjung di KPUBC Tanjung Priok Jakarta pada Jumat (7/2/2014).

Kenaikan status menjadi high risk ini memberikan konsekuensi pemeriksaan lebih lanjut terhadap beberapa produk beras yang sedang dilakukan di BP Padi di Subang.

Langkah antisipasi ini dilakukan karena beras yang berasal dari Vietnam memiliki harga lebih murah dari Beras Medium Lokal (BULOG), sehingga mengganggu pasar beras produksi lokal.

“Jangan sampai nanti beras yang disebut beras ilegal kemudian mengganggu di pasaran karena harganya, tadi barusan saya cek, katanya beras premium (beras dengan tingkat kepecahan beras di bawah 5 persen), tapi harganya bisa di bawah beras medium lokal,” jelas Menkeu.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gita wirjawan impor beras

Sumber : setkab.go.id

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top