Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gita Ingin Impor Sapi tak Hanya dari Australia Saja

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berkomitmen pengetatatn impor sapi masih akan menjadi prioritas yang harus digarap pada 2014, sebagai bagian dari upaya menahan laju inflasi.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 04 Januari 2014  |  06:26 WIB
Gita Ingin Impor Sapi tak Hanya dari Australia Saja
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berkomitmen pengetatatn impor sapi masih akan menjadi prioritas yang harus digarap pada 2014, sebagai bagian dari upaya menahan laju inflasi.

Problema yang terjadi selama ini adalah lonjakan konsumsi per orang dan keseluruhan yang berbanding terbalik dengan pasokan daging sapi dalam negeri. Padahal, selama ini Indonesia hanya mengimpor sapi hidup dari satu negara saja, yaitu Australia.

“Saya sudah menyampaikan ini ke Menko Perekonomian dan Menteri Pertanian beberapa kali. Mudah-mudahan kita akan melihat kerangka regulasi baru agar kita bisa mendatangkan sapi dari negara-negara lain yang jauh lebih murah harganya,” katanya, Jumat (3/1/2013).

Jika hal tersebut dapat terealisasi, lanjut Gita, penanganan laju inflasi (yang akhir 2013 melampaui 8%) akan sangat tertolong. Tidak hanya itu, hal tersebut juga akan membantu orientasi kebijakan moneter RI. “Oleh karena itu, ini penting sekali ke depannya,” ujarnya.

Selain sapi, pembatasan impor akan ditekankan pada produk makanan cepat rusak, yang menurut BPS merupakan kontributor terbesar inflasi. Gita berpendapat tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak dapat memproduksi secukupnya agar tidak perlu mengimpor volatile food lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gita wirjawan
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top