Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

India Tertarik dengan Program Desa Pangan Mandiri

Pemerintah India menyatakan ketertarikannya terhadap program desa pangan mandiri yang tengah dikembangkan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, karena program ini dinilai bermanfaat meningkatkan kesejahteraan penduduk berpenghasilan rendah melalui pengembangan pertanian.
M. Taufiqur Rahman
M. Taufiqur Rahman - Bisnis.com 10 Desember 2013  |  20:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah India menyatakan ketertarikannya terhadap program desa pangan mandiri yang tengah dikembangkan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, karena program ini dinilai bermanfaat meningkatkan kesejahteraan penduduk berpenghasilan rendah melalui pengembangan pertanian.

Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Kementan Tjuk Eko Hari Basuki mengatakan India sudah berkali-kali menyatakan ketertarikannya terhadap program ini karena negara asal Mahatma Gandhi tersebut akan merevitalisasi 100 desa tertinggal di negaranya.

“India tertarik melihat program ini untuk merevitalisasi 100 desa tertinggal yang ada di negaranya, tahun depan perwakilan resmi negara ini akan datang ke Indonesia,” katanya hari ini, Selasa (10/12/2013).

Kegiatan Desa Mandiri Pangan (Demapan) merupakan salah satu strategi untuk mempercepat pembangunan di perdesaan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan desa.

Desa yang terpilih mengikuti program tersebut adalah desa yang memiliki jumlah rumah tangga miskin dan rawan pangan tinggi, sesuai dengan arahan FAO yaitu jumlah rumah tangga miskin lebih dari 30% dari total rumah tangga yang ada.

Komponen yang dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan dan pengembangan sistem ketahanan pangan dan juga dukungan saran prasarana desa.

Saat ini, jelas Tjuk, fokus pengembangan Demapan masih didominasi di jawa, tetapi kedepan proyek tersebut akan dikembangkan ke luar Jawa terutama di wilayah perbatasan termasuk Papua dan Papua Barat karena kawasan ini dinilai masih rawan.

“Daerah perbatasan pada umumnya merupakan daerah terpencil sehingga rawan pangan, karena itulah kedepan kita fokuskan kesitu,” jelasnya.

Sementara Demapan yang sudah berjalan akan diarahkan menjadi desa yang mandiri secara finansial, tidak hanya sebagai produsen hasil-hasil pertanian tetapi juga darahkan mampu mengelolan keuangan desa dengan baik. “Inilah embrio kita dari sosial capital menjadi financial capital,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ketahanan pangan desa
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top