Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tahun Depan, Damri Targetkan Pendapatan Rp1,2 Triliun

Perusahaan Umum Damri menargetkan pendapatan Rp1,2 triliun pada 2014, dengan laba sebelum pajak sebesar Rp93 miliar.Ini naik tipis dari laba sebelum pajak 2013 yang diperkirakan akan mencapai Rp90 miliar.
Muhamad Hilman
Muhamad Hilman - Bisnis.com 25 November 2013  |  21:02 WIB
Tahun Depan, Damri Targetkan Pendapatan Rp1,2 Triliun
Bagikan

Bisnis.com,  JAKARTA -  Perusahaan Umum Damri menargetkan pendapatan Rp1,2 triliun pada 2014, dengan laba sebelum pajak sebesar Rp93 miliar.Ini naik tipis dari laba sebelum pajak 2013 yang diperkirakan akan mencapai Rp90 miliar.

Direktur Utama Perum Damri Agus S. Subrata mengaku tidak ingin muluk-muluk menargetkan pendapatan pada 2014. Pasalnya, Damri masih memiliki beberapa pekerjaan rumah seperti melakukan peremajaan 349 trayek di seluruh Indonesia dan peningkatan kesejahteraan sumber daya manusia.  

“Jadi tahun depan, tidak hanya peremajaan armada tapi juga 349 trayek di seluruh Indonesia. Ada juga biaya kesejahteraaan karyawan. Tapi saya yakin lebih dari itu [pendapatannya],” kata Agus seusai memimpin upacara HUT Damri ke 67 di Jakarta, Senin (25/11/2013).

Sebelumnya, pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2013, realisasi sampai dengan triwulan III telah mencapai  Rp73,4 miliar, melebihi target Rp69,4 miliar sebelum pajak. “Mudah-mudahan sampai akhir tahun ini sekitar Rp80 an [miliar]  sampai Rp90 miliar sebelum pajak,” ucap Agus.

Pada 2013, Agus mengungkapkan, merupakan tahun bersejarah Damri. Untuk pertama kali perusahaan BUMN ini memperoleh pendapatan  Rp1 triliun. Padahal  pada 2006 lalu, Damri hanya meraih Rp300 miliar.

“[Tapi] kedepan ini masih banyak yang harus kita kejar. Tahun ini tahun competitivnes dan expansion. Jadi kita mengembangkan usaha, dan berdaya saing. Ini dalam rangkain bisnis piramid kita,” ujar Agus.

Sementara itu, capital expenditur (capex) Rp198 miliar. Menurut Agus niilai nilai ini 52% lebih kecil dari tahun lalu Rp392 miliar. Menurut Agus, modal usaha yang dikeluarkan mesti memberikan nilai tambah bukan hanya menambah peremajaan armada, melainkan harus memberi nilai lebih bagi pendapatan perusahaan.  “Setiap satu sen investasi harus kembali dengan untung,” kata dia.

Lain itu, pada 2 tahun terakhir ini Damri juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Perhubungan berupa 145 armada. Pada 2012 sebanyak 65 unit bus medium untuk angkutan perintis dan 10 bus medium AC untuk angkutan Pemadu Moda. Sementara bantuan pada 2013 terdiri dari 10 unit bus medium AC untuk angkutan Pemadu Moda dan 60 unit bus medium untuk angkutan perintis.  

Pengadaan armada dari Damri pada 2013, kata Agus,  sebanyak 342 unit, yang terdiri dari 43 unit articulated high-deek bus untuk Transjakarta Busway koridor 1 & 8, 104 unit bus bus besar, 100 unit bus baru medium AC, 65 unit bus baru medium ekonomi dan 30 unit microbus baru AC.   

“Dengan diterimanya bus bantuan dari pemerintah tersebut, diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, sehingga mobilitas masyarakat terutama di daerah terpencil dapat terlayani dengan baik,” harap  Agus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi damri
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top