Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Blok Mahakam: Total E&P Belum Temukan Cadangan Migas Skala Besar

Total E&P Indonesie kesulitan menemukan tambahan cadangan minyak dan gas bumi baru dengan jumlah besar dari Blok Mahakam di Kalimantan Timur, yang sudah dikelolanya sejak 1967.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 21 November 2013  |  15:15 WIB
Blok Mahakam: Total E&P Belum Temukan Cadangan Migas Skala Besar
Ilustrasi - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Total E&P Indonesie kesulitan menemukan tambahan cadangan minyak dan gas bumi baru dengan jumlah besar dari Blok Mahakam di Kalimantan Timur, yang sudah dikelolanya sejak 1967.

Arividya Noviyanto, Vice President Human Resources, Communication, and General Services Total E&P Indonesie, mengatakan sejak penandatanganan kontrak kerja sama pada 1967 perusahaan sudah mengoptimalkan produksi migas dari Blok Mahakam.

"Kalau bicara investasi untuk eksplorasi, kami harus melakukannya di luar Blok Mahakam, karena hampir seluruh wilayah blok itu sudah terproduksi," katanya di Jakarta, Kamis (21/11).

Luas Blok Mahakam memang sempat dipangkas, karena Total harus mengembalikan wilayah kerja yang tidak digarap olehnya. Hal itu yang kemudian mengharuskan perusahaan asal Perancis itu mengikuti lelang, sehingga dapat memperoleh izin melakukan eksplorasi di wilayah kerja baru.

Noviyanto mencontohkan Blok South East Mahakam yang awalnya adalah bagian dari Blok Mahakam. Total harus kembali mengikuti lelang untuk mendapatkan izin pengeboran eksplorasi di wilayah kerja yang sudah dikembalikan kepada pemerintah itu.

Menurutnya, saat ini pihaknya fokus meningkatkan produksi migas untuk menambah produksi dari Blok Mahakam. Bahkan perusahaan telah melakukan pengurasan cadangan gas tahap lanjut (improved gas recovery/IGR) yang membutuhkan teknologi dan biaya yang tinggi.

Untuk melaksanakan itu, Total harus menyisihkan 60% dari total rencana investasi tahun ini yang mencapai Rp2,5 miliar. "Kami harus melakukan pengeboran sumur pengembangan baru, dan kami harus lakukan infill drilling, serta intervensi sumur untuk menguras cadangan gasnya," ujarnya.

Saat ini Total masih menggarap proyek Peciko 7B, Sisi Nubi 2B, dan South Mahakam Fase 3. Perusahaan akan memasang 3 anjungan dengan investasi mencapai US$2 miliar untuk mengembangkan Peciko 7B, dan Sisi Nubi 2B yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2014.

Sementara itu, pengerjaan proyek South Mahakam Fase-3 akan dilakukan pada 2013, dengan target pemasangan anjungan pada akhir 2014 atau 2015. Dengan begitu, pengeboran sumur pertama dapat dilakukan pada 2015, dan 3 bulan setelahnya lapangan itu dapat memproduksi 80 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd).

Ketiga proyek itu dikerjakan Total untuk menekan laju penurunan produksi, sehingga Blok Mahakam bisa berada pada fase plato kedua. Setelah itu, Total memperkirakan produksi dari Blok Mahakam akan terus menurun, dan mencapai 1.500 MMscfd pada 2017.

Secara terpisah, Edy Hermantoro, Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan penggunaan stranded gas atau gas dari lapangan dengan keekonomian yang marjinal untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Salah satu lapangan stranded gas yang akan dikembangkan adalah Blok East Natuna dengan cadangan 46 triliun standar kaki kubik (TSCF). "Dalam pengembangan East Natuna, salah satunya kita melakukan pendekatan fiskal dan non  fiskal," katanya.

Optimalisasi pemanfaatan stranded gas juga akan dilakukan dengan membangun infrastruktur gas, seperti mini LNG plant, receiving terminal, FLNG atau mengembangkan transportasi dengan metoda CNG.

Edy menuturkan kebijakan untuk memprioritaskan pemanfaatan gas bagi kebutuhan dalam negeri, dapat terlihat dari profil ekspor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Indonesia. Dalam 3 tahun terakhir, komitmen kontrak LNG telah berkurang hampir setengah dari volume puncaknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blok mahakam
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top