Bozem Morokrembang Butuh 17 Pompa Tambahan

Bisnis.com, JAKARTA – Kolam penampung air dan pengedali banjir kota Surabaya bozem Morokrembangan membutuhkan 17 unit pompa tambahan untuk meningkatkan kapasitas tampungan.
Dimas Novita Sari
Dimas Novita Sari - Bisnis.com 30 September 2013  |  15:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Kolam penampung air dan pengedali banjir kota Surabaya bozem Morokrembangan membutuhkan 17 unit pompa tambahan untuk meningkatkan kapasitas tampungan.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnaawati mengatakan bozem yang terletak di Kecamatan Krembangan itu menjadi muara tiga sungai yakni sungai Greges, Salatiga, dan Pesapean.

“Kami masih butuh 17 unit pompa lagi. Tapi 2 unit sangat urgent untuk direalisasikan untuk penanganan banjir,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (30/9/2013).

Dengan ditambahnya pompa tersebut, kata Erna, maka Surabaya khususnya bagian Utara dan Selatan yang rawan genangan air akan terbebas dari banjir.

Saat ini, kapasitas tampungan bozem yang sejak 2000 difungsikan sebagai laham tambak tersebut mencapai 1,07 juta m3 dengan catchment area 13.622 km.

Pada 1976 pengelolaan Bozem diserahkan ke Badan Pelaksana Proyek Induk Serbaguna Kali Brantas di bawah Ditjen SDA.

Atas permintaan Walikota Surabaya kepada Kementerian PU akhirnya Bozem ini diserahkan kepada Pemkot Surabaya untuk dikelola.

“Saat ini kawasan Bozem sudah jauh lebih baik dan tertata cukup baik. Pembersihan sampah dan enceng gondok yang dulu tumbuh subur saat ini sudah tidak ada lagi,” jelas Erna.  (ra)

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pompa air

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top