Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Jasa Kepelabuhanan Diusulkan Gunakan Rupiah

Bisnis.com,  JAKARTA: Pelaku usaha kepelabuhanan mengusulkan pengenaan tarif jasa kepelabuhanan atau container handling charges (CHC) di Pelabuhan yang dikelola Pelindo , termasuk di Pelabuhan  agar menggunakan mata uang rupiah.
Akhmad Mabrori
Akhmad Mabrori - Bisnis.com 16 September 2013  |  19:32 WIB
Transaksi Jasa Kepelabuhanan Diusulkan Gunakan Rupiah
Bagikan

Bisnis.com,  JAKARTA: Pelaku usaha kepelabuhanan mengusulkan pengenaan tarif jasa kepelabuhanan atau container handling charges (CHC) di Pelabuhan yang dikelola Pelindo , termasuk di Pelabuhan  agar menggunakan mata uang rupiah.

Sofian Pane, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi) DKI Jakarta, mengatakan jasa kepelabuhanan didalam negeri bisa dibayar dengan rupiah, hal itu akan memperkuat nilai tukar rupiah, dan biaya logistik nasional ada kepastian tarif.

“Seharusnya, kita menghargai mata uang sendiri, sehingga tidak mempersulit pengusaha nasional dalam memproses barang dipelabuhan,”  paparnya hari ini, Senin (16/9/2013).

Menurut dia, di pelabuhan-pelabuhan internasional tarif jasa pelabuhan lebih banyak menggunakan mata uang negara itu sendiri. Di Port Singapura misalnya tarif jasa pelabuhannya menggunakan dolar Singapura dan di Port Malaysia menggunakan ringgit Malaysia.

Sofian mengatakan, dalam kondisi rupiah yang tertekan atas dollar AS seperti saat ini pengusaha juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan mata uang dollar tersebut,  kalaupun ada nilainya sangat tinggi.

Selama ini, imbuh dia, penggunaan mata uang dollar AS  sangat dominan dalam transaksi di pelabuhan, terutama di Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan gerbang utama pelayanan ekspor-impor.

Wakil Ketua Bidang Kepelabuhanan Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia BPP (Ginsi),Erwin Taufan mengatakan pemerintah harus tegas menerapkan mata uang rupiah dalam kegiatan pelayanan jasa kepelabuhanan di tanah air.

“Kalau mau diberlakukan mata uang rupiah dalam jasa kepelabuhanan, Ginsi sangat mendukung, apalagi sejumlah pelabuhan itu-kan di kelola oleh BUMN Pelindo,”ujarnya.

Erwin mengatakan, BUMN Pelabuhan mesti patuh jika pemerintah menetapkan kebijakan penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi jasa kepelabuhanan di Indonesia. “Tidak boleh ada penolakan dari BUMN tersebut,” paparnya.

Ginsi, kata dia, akan menyurati Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono  meminta ketegasan Pemerintah untuk langsung menetapkan penggunaan mata uang rupiah pada transaksi jasa kepelabuhanan di Tanah Air. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan kapal kontainer
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top