Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenakertrans Bantah 4 Perusahaan Garmen Korsel Setop Operasi

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) membantah adanya 4 perusahaan garmen asal Korea Selatan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, Jakarta Timur yang menutup bisnisnya dan merelokasi ke luar negeri.
Andika Prawira
Andika Prawira - Bisnis.com 27 Agustus 2013  |  00:59 WIB
Kemenakertrans Bantah 4 Perusahaan Garmen Korsel Setop Operasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) membantah adanya 4 perusahaan garmen asal Korea Selatan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, Jakarta Timur yang menutup bisnisnya dan merelokasi ke luar negeri.

Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Kemenakertrans Sahad Sinurat menegaskan berita yang beredar selama ini bahwa telah terjadi penutupan dan relokasi ke luar negeri itu tidak benar.

“Tidak ada pabrik yang tutup dan hengkang,” ujar Sahat kepada Bisnis, Senin, (26/8/2013).

Sahat mengatakan dari 4 perusahaan asal Korsel itu, hanya ada 2 perusahaan yang melakukan relokasi. Relokasi tersebut juga masih berada di dalam area KBN. Adapun, 2 perusahaan lainnya masih tetap melakukan produksi dan tidak melakukan relokasi.

“Perusahaan yang relokasi itu hanya pindah area bukan pindah ke luar kota ataupun ke luar negeri,” jelas Sahat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya 4 perusahaan yang terdiri dari PT. Winer 3, PT Hansol 1, PT Hansai 5 dan PT Olimpic menutup bisnisnya karena tingginya UMP di wilayah Jakarta.

“Kami tegaskan berita tersebut tidaklah benar, ke 4 perusahaan tersebut masih aktif melakukan kegiatan bisnisnya di Jakarta,” tegas Sahat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korsel pabrik relokasi garmen tutup
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top