Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Layanan E-TICKETING KRL Masih Membingungkan

BISNIS.COM, JAKARTA--Penerapan pembelian tiket KRL Commuter Line yang kini menggunakan sistem e-ticketing, masih menuai kendala di lapangan. Bahkan, banyak calon penumpang mengaku kesulitan membeli tiket, karena tak paham cara pembayaran tiket tersebut.Rinna
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 01 Juli 2013  |  15:20 WIB
Layanan E-TICKETING KRL Masih Membingungkan
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA--Penerapan pembelian tiket KRL Commuter Line yang kini menggunakan sistem e-ticketing, masih menuai kendala di lapangan.

Bahkan, banyak calon penumpang mengaku kesulitan membeli tiket, karena tak paham cara pembayaran tiket tersebut.

Rinna (29) salah seorang penumpang mengaku, kesulitan dalam pembelian tiket KRL Commuter Line saat ini.

Untuk itu, dirinya meminta sosialisasi terus digalakkan agar penumpang tidak merasa bingung jika ingin membeli tiket.

"Memang canggih karena kita tinggal tunjuk tujuan stasiun, lalu keluar biayanya. Cuma masih bingung bayar di mana? Mesti banyak sosialisasi," keluhnya, seperti dikutip laman resmi pemprov DKI, BeritaJakarta.com, Senin (1/7/2013).

Untuk memudahkan penumpang saat ini PT Kereta Api Indonesia sudah memasang lebih dari 600 alat tiket elektronik di 66 stasiun se-Jabodetabek.

Meskipun begitu, Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta PT KAI melakukan sosialisasi lebih panjang, karena sistem pembelian tiket di loket selama ini telah melekat dalam kebiasaan masyarakat.

"Dalam waktu satu minggu pasti ada yang masih belum mengerti. Tapi jangan karena satu dua orang terus ditulis di Twitter sehingga PT KAI mundur," kata Dahlan, saat meresmikan e-ticketing dan tarif progresif, di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2013).

Menurut Dahlan, sistem dan tarif yang dibuat saat ini untuk mempermudah para penumpang.

Ke depannya, semakin banyak masyarakat yang bisa beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. "Ini bisa mengurangi kemacetan Jakarta," ucapnya.

Dahlan menambahkan, di era kemajuan teknologi masyarakat perlu memperbarui ilmu dan kebiasaan. Teknologi yang modern dan cepat, akan lebih mengefisiensi waktu untuk masyarakat perkotaan.

"Modernisasi perilaku masyarakat dimulai hari ini, masyarakat tradisional harus berperilaku modern. Keluar masuk stasiun menggunakan kartu, dan inilah yang dilakukan di negara maju," tandas Dahlan.

Dengan sistem e-ticketing sendiri penyesuaian tarif pun mulai diberlakukan.

Tarif KRL Commuter Line yang tadinya Rp3.000 untuk 5 stasiun pertama dan Rp1.000 per stasiun selanjutnya, mulai hari imi menjadi Rp 2.000 untuk 5 stasiun pertama, dan Rp500 per stasiun selanjutnya.  (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl tiket e-ticketing

Sumber : Newswire

Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top