Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PLN Target Transmisi 150 Kv dari PLTA Poso ke Palu Rampung Maret 2014

BISNIS.COM, MAKASSAR--Pembangunan jaringan transmisi 150 kilo volt (Kv) milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dari PLTA Poso ke Palu diperkirakan selesai Maret 2014.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 30 Mei 2013  |  19:20 WIB

BISNIS.COM, MAKASSAR--Pembangunan jaringan transmisi 150 kilo volt (Kv) milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dari PLTA Poso ke Palu diperkirakan selesai Maret 2014.

GM Unit Pembangunan XIII Sulawesi Yohanes Sutamtomo mengatakan pembangunan transmisi dari PLTA yang dikelola PT Poso Energy milik Grup Kalla telah dimanfaatkan untuk masyarakat Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Dia memperkirakan pembangunan jaringan yang jadi proyek ring Sulawesi itu akan sampai ke Palu pada Maret 2014 dan dapat menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang selama ini dianggap sebagai pemborosan.

Bahkan, jaringan 150 Kv dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Sulewana ke Kabupaten Poso telah selesai dan sudah dimanfaatkan.

“Belum berfungsi 100% karena transmisi 150 kv dialiri 20 Kv,” kata Yohanes, Rabu (29/5/2013).

Guna memaksimalkan penggunaan transmisi itu, pihak PLN masih menunggu kesiapan trafo 150 MW milik PT Poso Energy. Jaringan PLN saat ini baru mengevakuasi daya sekitar 7 MW per hari dari PLTA ke Kabupaten Poso.

Dengan begitu, PLN dapat menghemat sekitar Rp330 juta per hari yang sebelumnya dibakar oleh PLTD. “Kalau sudah bisa masuk Palu, bisa jauh lebih hemat lagi,” tambahnya.

Adapun daya yang masuk ke sistem Poso, Tentena, Pendolo dan Tomata lewat transmisi 150 KV yang bersumber dari PLTA Poso sudah mencapai 10 MW, dengan efisiensi Rp468 juta per hari.

Manager Proyek Unit Pelaksanaan Konstruksi Sulawesi II Basuki Widodo menyebutkan investasi yang dihabiskan untuk membangun jaringan transmisi dari PLTA ke Kabupaten Poso sekitar Rp107 miliar.

“Jaringan ini akan dikaitkan ke Kendari, Sulsel dan Palu,” katanya. PLN, lanjutnya, tengah menangani proyek Sulawesi I-III.

Proyek Sulawesi I adalah menghubungkan Sulawesi Utara dan Gorontalo, Sulawesi II menghubungkan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, serta Sulawesi III yang mengaitkan Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Selatan.

Menurutnya, tantangan utama pembangunan jaringan transmisi PLN adalah masalah pembebasan tanah. Namun, untuk Poso-Palu masalah tanah telah selesai dalam 6 bulan.

Sumarto, ketua tim Pengadaan tanah untuk pembangunan jaringan Sulteng-Sulbar mengatakan masyarakat bersikap terbuka dan dapat menerima kehadiran PLN.

“Masalah tanah bisa sampai tahunan, tapi di sini diselesaikan dalam 6 bulan,” ujarnya ketika ditemui di Poso, Selasa (28/5/2013).

Pembebasan tanah itu, katanya, diselesaikan pada masa Poso masih sensitif soal keamanan terkait aksi terorisme. Dia menyebutkan, anggota Polsek Poso Pesisir, Brigadir Sudirman yang tewas di tangan teroris pernah menjaga gardu induk PLN.

Sumarto menambahkan, setelah konflik bernuansa SARA pada 2000, kini masyarakat Poso sudah tenang dan mengharapkan pembangunan jaringan listrik bisa cepat selesai.

Selain masalah keamanan, menurut pengamatan Bisnis di lapangan, pembangunan tower pancang juga harus menghadapi medan berbukit-bukit.

Sebagai informasi, PLTA Poso Energy terdiri dari tiga proyek. PLTA Poso-1 memiliki kapasitas potensi 60 MW, PLTA Poso-2 berkapasitas 180 MW dan PLTA Poso-3 memiliki kapasitas 300 MW. Ketiga PLTA ini menggunakan sumber daya air Sungai Poso, Desa Sulewana, Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

PLTA Poso-3 baru perencanaan, sementara yang akan dievakuasi lewat jaringan PLN adalah PLTA Poso-2 yang  telah beroperasi dengan tiga turbin. (wde)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pln pltd sulawesi tengah plta poso pt poso energy grup kalla

Sumber : M. Taufikul Basari

Editor : Wiwiek Endah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top