Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Bingung, Mekanisme Pengurangan Subsidi BBM Belum Pasti

BISNIS.COM,JAKARTA--Pemerintah belum memberikan kepastian mekanisme pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM), meskipun telah mengakui subsidi yang dikeluarkan terlalu besar dan tidak tepat sasaran.Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 10 April 2013  |  19:21 WIB

BISNIS.COM,JAKARTA--Pemerintah belum memberikan kepastian mekanisme pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM), meskipun telah mengakui subsidi yang dikeluarkan terlalu besar dan tidak tepat sasaran.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan pemerintah masih sebatas mengkaji berbagai opsi pengurangan subsidi. Salah satunya, mengkaji dipasarkannya bensin Ron 90 yang merupakan jenis BBM bersubsidi baru.

"Bensin Ron 90 bersubsidi kan masih sebatas wacana, masih butuh kajian pengimplementasiannya. Pertamina memang sudah beberapa kali memaparkan hal itu, tetapi masih perlu diputuskan pemerintah," ujarnya, Rabu (10/4).

Susilo mengungkapkan Kementerian ESDM hingga kini sama sekali belum menyediakan aturan mengenai pemasaran bensin Ron 90 bersubsidi. Akan tetapi menurutnya, subsidi untuk BBM tetap harus dikurangi dengan mekanisme yang tidak terlalu membebani masyarakat miskin.

Saat ini, pemerintah juga mengkaji pembatasan konsumsi BBM untuk kendaraan pribadi jenis tertentu. " Kami juga mengkaji opsi kenaikkan harga BBM secara berkala. Jadi mekanisme pengurangan subsidi itu memang bermacam-macam yang dikaji pemerintah," jelasnya.

Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya sebelumnya mengatakan penyediaan BBM bersubsidi jenis baru dapat segera dilakukan jika pemerintah menetapkan aturan yang menyebut Ron 90 sebagai BBM bersubsidi, sekaligus menetapkan harga BBM bersubsidi jenis baru ini.

Bahkan, PT Pertmina (Persero) menyanggupi pengadaan bensin Ron 90 dalam 3 bulan di wilayah Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.

Bensin Ron 90 itu sendiri diharapkan menjadi produk pengganti premium dengan kualitas yang lebih baik dan subsidi yang lebih rendah. Nantinya, dengan pemasaran bensin Ron 90 itu maka volume premium akan dikurangi agar masyarakat kelompok menengah ke atas mau menggunakan BBM jenis baru itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM pertamina esdm subsidibbm

Sumber : Lili Sunardi

Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top