Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertumbuhan Properti Dongkrak Penjualan Springbed

BISNIS.COM, SEMARANG -– Pesatnya pertumbuhan pembangunan perumahan di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang mendongkrak penjualan springbed di wilayah ini cukup signifikan seiring besarnya permintaan.
Endot Briliantono
Endot Briliantono - Bisnis.com 27 Maret 2013  |  20:17 WIB
Pertumbuhan Properti Dongkrak Penjualan Springbed

BISNIS.COM, SEMARANG -– Pesatnya pertumbuhan pembangunan perumahan di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang mendongkrak penjualan springbed di wilayah ini cukup signifikan seiring besarnya permintaan.

Jimmy Jati Utomo, Owner Rumah Kita, salah satu distributor mebel dan springbed di Kota Semarang mengatakan sejak pertengahan 2011 mengawali bisnis springbed hingga  akhir 2012 mampu membukukan penjualan sekitar Rp9 miliar.
 
“Kami optimistis untuk setahun ke depan akan mengalami pertumbuhan hingga 30%, seiring masih boomingnya property di wilayah ini, meskipun per Maret ini terdapat kenaikan harga pada sejumlah merek springbed tertentu,” tuturnya di sela Pameran Springbed Cleared Sale, di Semarang, Rabu (27/3/2013).
 
Jimmy mengungkapkan, selama ini konsumen dari ‘Rumah Kita’ sebagian 90% merupakan berasal dari kalangan rumah tangga, dan sisanya pelanggan corporate, baik hotel, apartemen, maupun pengusaha kos-kosan.
 
“Saat seseorang membeli rumah, tentu akan memikirkan membeli barang untuk isi rumahnya, termasuk springbed. Sehingga seiring pertumbuhan property, bisnis springbed juga tetap akan positif, apalgi sekarang harganya cukup terjangkau,” ujarnya.
 
Pihaknya mengaku pada awal tahun ini penjualan springbed sedikit melambat dibandigkan akhir tahun lalu, meskipun Januari-Februari masih menunjukkan trend positif, rata-rata mencapai Rp400 juta/bulan, atau setara periode sama tahun sebelumnya.
 
“Trend pasar akhir tahun memang lebih bagus dibandingkan awal tahun, bahkan pengalaman akhir 2012 penjualan bisa meningkat hingga 30%. Namun, pengkatan penjualan tertinggi tetap terjadi pada momentum Lebaran, mampu meningkat hingga 50%,” ujarnya.

Pihaknya saat ini tengah gencar melakukan pameran untuk mewujudkan target pertumbhan penjualan 30% tersebut, pasalnya saat ini sejumlah supplier springbed, memberikan daftar harga baru meningkat 15% mulai Maret dan April mendatang, akibat naiknya harga bahan baku, ongkos transportasi dan kebijakan tarif tenaga listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti jateng semarang springbed

Sumber : Puput Ady Sukarno

Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top