AGRINEX EXPO: Penyelenggara Keluhkan Minimnya Dukungan Kementan

BISNIS.COM, JAKARTA - Penyelenggara Agrinex Expo mengeluhkan minimnya dukungan Kementerian Pertanian terhadap helatan pameran agribisnis nasional yang digelar ke-7 tersebut.
M. Kholikul Alim
M. Kholikul Alim - Bisnis.com 21 Maret 2013  |  17:12 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA - Penyelenggara Agrinex Expo mengeluhkan minimnya dukungan Kementerian Pertanian terhadap helatan pameran agribisnis nasional yang digelar ke-7 tersebut.

 

Rifda Ammarina, Ketua Penyelenggara 7th Agrinex Expo menilai hingga tahun ke-7 penyelenggaran Agrinex Expo, tidak ada dukungan signifikan dari Kementan.

 

"Dukungan Kementan hanya dilakukan melalui penyewaan stand saja. Dirjen Hortikultura juga pernah janji akan memberi sponsor, tapi tidak terealisasi juga," ungkapnya, Kamis (21/3/2013).

 

Dia menyatakan Agrinex merupakan pameran tahunan terbesar sektor agribisnis. Tahun ini, PT Puteri Cahaya Kharisma dan Institut Pertanian Bogor menjadi penyelenggara acara ini.

 

Rifda menambahkan dukungan swasta dan pemerintah terhadap Agrinex tahun ini mengalami penurunan. Meski demikian, beberapa sponsor besar seperti Grup Sinarmas dan Indofood tetap menjadi sponsor helatan yang bakal berlangsung 5--7 April 2013 ini.

 

Beberapa sponsor baru dari pihak pemerintah juga turut mendukung terselenggaranya Agrinex Expo. Beberapa kementerian yang mendukung acara ini a.l Kementerian Ristek dan Teknologi, kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Kesehatan.

 

Selain mengeluhkan menurunnya sponsor, Rifda menyebut beberapa peserta tidak lagi mengikuti helatan ini. Pasalnya, harga sewa kios mengalami kenaikan.

 

"Hingga tahun lalu pengelola JCC (Jakarta Covention Center) masih memberikan harga diskon untuk kami. Namun, tahun ini harganya dipukul rata, sehingga beberapa peserta merasa keberatan dengan harga sewa yang diajukan," imbuhnya.

 

Salah satu sektor yang mengalami penyusutan peserta, lanjutnya, adalah sektor hortikultura. Menurutnya, tahun lalu peserta dari sektor ini jumlahnya melebihi 40 stand, sedangkan tahun ini tidak ada peserta dari sektor ini yang mendaftar.

 

Rifda menilai saat ini petani hortikultura dalam kondisi tidak menguntungkan. Pasalnya, keputusan pemerintah untuk mengimpor produk hortikultura membuat petani kesulitan bersaing. "Importir menghambat investasi dalam negeri di sektor hortikultura, apalagi petani kecil yang ada di sektor ini," ujarnya.

 

Di sisi lain, lanjutnya, pelaku impor hortikultura semakin banyak. Tingginya margin keuntungan membuat para pelaku usaha berlomba-lomba menjadi importir hortikultura.

 

Sebagai tambahan informasi, Agrinex Expo ke-7 bakal digelar di Hall B JCC pada 5—7 April 2013. Untuk tahun ini, tema yang diangkat adalah Agribussiness for Food and Bioenergy Security.

 

Agrinex Expo ke-7 akan diikuti oleh 173 peserta dari pelaku industri, Litbang, Kementerian, dan UKM. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan bakal membuka acara, sedangkan Menteri Pertanian Suswono dijadwalkan menutup Agrinex Expo ke-7.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kementan, agrinex, pameran agribisnis

Editor : Others

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top