Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HUNIAN BERIMBANG: Konsep 1:2:3 Bukan Solusi Kurangi Backlog

BISNIIS.COM, JAKARTA-- Regulasi mengenai hunian berimbang 1:2:3 dinilai bukan solusi untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia. Zulfi Syarif Koto, Ketua Housing & Urban Development (HUD) Institute, mengatakan fungsi utama aturan tersebut adalah
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 17 Maret 2013  |  07:39 WIB

BISNIIS.COM, JAKARTA-- Regulasi mengenai hunian berimbang 1:2:3 dinilai bukan solusi untuk mengurangi backlog perumahan di Indonesia.

Zulfi Syarif Koto, Ketua Housing & Urban Development (HUD) Institute, mengatakan fungsi utama aturan tersebut adalah segregasi sosial atau pemilahan sosial bagi kelas atas, menengah, dan bawah.

"Masalah backlog itu tanggung jawab pemerintah, dan hunian berimbang bukan solusi untuk itu, melainkan untuk segregasi sosial saja," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (16/3).

Dia menilai, pengembang tidak memiliki kewajiban untuk merumahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun, jika mereka mau membantu membangun rumah sederhana atau rusunami, seharusnya pemerintah memerikan insentif.

Regulasi mengenai hunian berimbang ini mengharuskan pengembang membangun dua rumah tipe menengah dan tiga rumah sederhana untuk tiap satu rumah mewah yang didirikan. Para pengembang sering mengeluhkan bahwa rumah-rumah tersebut harus berada di satu kabupaten/kota.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rei apersi

Sumber : Bunga Citra Arum

Editor : Others

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top