Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

194 Daerah Telah Siap Memungut PBB-P2

JAKARTA—Dari 369 kabupaten/kota yang belum melakukan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2), baru 52,6% atau 194 daerah yang telah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) PBB-P2. Hartoyo, Direktur Eksensifikasi dan Penilaian
Fahmi Achmad
Fahmi Achmad - Bisnis.com 08 Februari 2013  |  16:02 WIB

JAKARTA—Dari 369 kabupaten/kota yang belum melakukan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2), baru 52,6% atau 194 daerah yang telah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) PBB-P2.

Hartoyo, Direktur Eksensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak, mengungkapkan 194 daerah tersebut artinya siap melakukan pemungutan PBB-P2 sendiri pada 2014.

“Jadi tinggal tersisa 175 daerah yang belum menyiapkan Perda PBB-P2nya. Biasanya yang menjadi persoalan adalah dinamika di DPRD-nya,” katanya di Gedung Ditjen Pajak, Jumat (8/2).

Hartoyo mengungkapkan sampai dengan awal tahun ini, jumlah daerah yang telah melakukan pungutan PBB-P2 sendiri sebanyak 123 daerah dengan total potensi penerimaan daerah mencapai Rp6,5 triliun.

Adapun, total potensi penerimaan bagi 369 daerah yang belum melaksanakan pemungutan PBB-P2 sendiri sebesar Rp1,5 triliun. Ke-369 daerah itu mencakup daerah yang telah menyiapkan Perda tetapi belum melakukan pemungutan (194 daerah) dan daerah yang belum menyiapkan Perda (175 daerah)

“Daerah yang penerimaan PBB-P2-nya besar telah menyiapkan perdanya lebih awal. Yang kecil [penerimaan PBB-P2] biasanya belakangan atau malah belum sama sekali,” ujar Hartoyo.

Menurutnya, langkah pengalihan pemungutan PBB-P2 ke daerah merupakan upaya pemerintah menerapkan desentralisasi fiskal, di samping meningkatkan pendapatan daerah.
(faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak pbb perda pbb

Sumber : Hedwi Prihatmoko

Editor : Others
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top