Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMPOR GARAM: KKP Minta Distop, Produksi Petani Surplus

SURABAYA --Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sudirman Saad meminta Kementerian Perdagangan untuk menghentikan importasi garam, karena produksi garam rakyat 2012 mengalami surplus."Kami
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Januari 2013  |  08:52 WIB

SURABAYA --Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sudirman Saad meminta Kementerian Perdagangan untuk menghentikan importasi garam, karena produksi garam rakyat 2012 mengalami surplus.

"Kami sudah mengusulkan kepada Kementerian Perdagangan untuk melalukan stop importasi garam konsumsi sebabi produksi garam rakyat pada tahun 2012 sudah surplus 1,5 juta ton," katanya di hadapan ratusan petani garam se-Jatim di Surabaya, Rabu (30/1).

Saat mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C.Sutardjo, untuk menjadi pembicara utama dalam lokakarya nasional dan pembukaan rapat koordinasi pengurus Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jawa Timur, ia menjelaskan Peraturan Menteri Perdagangan No. 58/2012 tentang Ketentuan Impor Garam seharusnya mengakomodasi kepentingan petani.

"Caranya, pemerintah tidak perlu memberi izin importasi garam konsumsi, sedangkan importasi garam industri harus dengan syarat importir menyerap garam rakyat dengan menaikkan kualitas dari kw-3 ke kw-2 atau kw-1 melalui pengelolaan dengan teknologi yang sangat sederhana," katanya.

Menurut  Sudirman, bila kualitas garam rakyat dapat ditingkatkan, maka perkiraan paling sial adalah stok garam akan bertambah hampir 1 juta ton dari 1,5 juta ton garam yang surplus pada tahun ini dengan kualitas masih rendah, sehingga impor garam akan dapat dicegah penyerapan garam rakyat yang sudah kualitasnya sudah sesuai harapan industri. (Antara/if)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top